SriwijayaPost/

Gara-gara Otak, Anda Bisa tidak Hidup Sehat

Ternyata, para partisipan secara konsisten menilai bahwa makanan yang lebih mahal adalah yang lebih sehat di antara kedua pilihan tersebut.

Gara-gara Otak, Anda Bisa tidak Hidup Sehat
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Memilih makanan yang akan disantap terkadang tersugesti oleh ota. (Foto ilustrasi diperankan Lilis Novitasari). 

SRIPOKU.COM--Baru saja berniat untuk memulai pola makan yang sehat? Anda harus berhati-hati.

Sebab, otak ternyata berasumsi bahwa makanan yang sehat itu harus mahal.

Dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research, para peneliti mengungkapkan bahwa kesalahan ini tidak hanya membuat Anda menghabiskan lebih banyak uang, tetapi juga membuat keputusan kesehatan yang salah.

Salah satu penulis studi tersebut, Kelly Haws yang juga seorang profesor marketing di Vanderbilt University, mengatakan, kita sering kali bertanya kepada konsumer mengenai cara mereka memproses informasi dalam memilih makanan.

“Ternyata, kalau pun kita memberi mereka banyak informasi, mereka tidak memprosesnya sama sekali,” kata Haws.

Fenomena ini disebut dengan heuristics, di mana otak kita mengambil jalan pintas untuk menyederhanakan proses pembuatan keputusan.

Jadi, bukannya melihat kalori, bahan, label, dan lokasi pembuatannya; otak justru langsung beranggapan bahwa kalau mahal, makanan itu sehat.

Untuk menguji kekuatan heuristics, Haws dan timnya melakukan lima eksperimen yang melibatkan ribuan anak kuliah.

Mereka meminta partisipan untuk menilai dua pilihan makanan, memilih makanan yang hanya berlabel harga, dan membandingkan nutrisi pada dua makanan dengan harga yang berbeda.

Ternyata, para partisipan secara konsisten menilai bahwa makanan yang lebih mahal adalah yang lebih sehat di antara kedua pilihan tersebut.

Haws pun mengakui bahwa mengubah cara otak kita bekerja sangat sulit. Namun, dia menekankan bahwa mahal tidak selalu sehat.

Untuk melindungi diri Anda dari asumsi ini, Haws menyarankan untuk selalu membawa daftar belanjaan ketika ke supermarket dan memperhatikan setiap makanan yang Anda lewati ketika mendorong kereta belanjaan.

Editor: Refly Permana

Editor: wartawansripo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help