Warung Kopi Rumoh Atjeh. Datangkan Bumbu dari Aceh, Bikin Rasa Mie Acehnya Beda Banget -

Owner Waroeng Kopi Rumoh Atjeh Palembang, Irwan Syaputra, menambahkan jika ide awal membuat warung ini karena dirinya rindu akan cita rasa khas Aceh.

Warung Kopi Rumoh Atjeh. Datangkan Bumbu dari Aceh, Bikin Rasa Mie Acehnya Beda Banget - - rumoh-aceh-1_20170407_212104.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Warung Kopi Rumoh Atjeh Palembang berlokasi di Jalan Letnan Murod, Talangratu, KM 5, Palembang. Restoran ini buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Warung Kopi Rumoh Atjeh. Datangkan Bumbu dari Aceh, Bikin Rasa Mie Acehnya Beda Banget - - rumoh-aceh-2_20170407_212246.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Salah seorang pengunjung, Febi, menikmati kelezatan sajian Mie Aceh Kuah di Warung Kopi Rumoh Atjeh.
Warung Kopi Rumoh Atjeh. Datangkan Bumbu dari Aceh, Bikin Rasa Mie Acehnya Beda Banget - - rumoh-aceh-3_20170407_212324.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Salah satu koki memasak Mie Aceh di Warung Kopi Rumoh Atjeh.
Warung Kopi Rumoh Atjeh. Datangkan Bumbu dari Aceh, Bikin Rasa Mie Acehnya Beda Banget - - rumoh-aceh-4_20170407_212425.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sajian Mie Aceh kuah siap dihidangkan.
Warung Kopi Rumoh Atjeh. Datangkan Bumbu dari Aceh, Bikin Rasa Mie Acehnya Beda Banget - - rumoh-aceh-5_20170407_212530.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sajian teh tarik siap disantap.
Warung Kopi Rumoh Atjeh. Datangkan Bumbu dari Aceh, Bikin Rasa Mie Acehnya Beda Banget - - rumoh-aceh-6_20170407_212610.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Teh tarik saat sedang diracik.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bagi anda pecinta kuliner yang banyak menggunakan rempah-rempahan, anda akan merasakan sensasi lain dengan suguhan beragam makanan dan minuman di Warung Kopi Rumoh Atjeh Palembang yang berlokasi di Jalan Letnan Murod, Talangratu, KM 5, Palembang. Salah satu destinasi kuliner di Palembang ini buka pukul 10.00-22.00 WIB.

Beragam jenis makanan khas Aceh tersedia di sini, mulai dari Mie Aceh, Nasi Goreng Tsunami dan Martabak Aceh. Sedangkan untuk minuman khasnya yaitu Kopi Aceh, Kopi Gayo, Kopi Bengkulu, dan Teh Tarik Aceh.

Muslim, Pengelola Warung Kopi Rumoh Atjeh yang juga berasal dari Aceh, mengatakan jika Mie Aceh asli dari aceh akan terasa beda dibandingkan dengan mie lainnya.

"Resep kita bedanya ada di rasa rempahnya yang lebih nendang dari yang lain. Bukan bermaksud merendahkan yang lain. Resep kita yaitu mie giling, bumbu aceh, sayur kol, bunga kol, tomat, kecambah, dan daun bawang, sawi," ungkap Muslim, Jumat (7/4/2017), kepada Sripoku.com.

Muslim menjelaskan jika mulanya bumbu ditumis dengan sayur. Tambahan kuah kaldu daging pun disiramkan supaya rasanya lebih ngangkat.

"Tiap warung di Aceh saja beda-beda. Banyak yang rekomen jika di sini beda, padahal kita baru dua bulan buka di Palembang, tepatnya pada 1 Februari 2017. Untuk bumbu mie yang digunakan antara lain cabe merah, cabe kering dari Aceh serta menggunakan rempah dari Bengkulu. Warung Kopi Rumoh Atjeh kita ini sebenarnya merupakan cabang dari Bengkulu," kata Muslim.

Saat dicoba, Mie Aceh sajian restoran terasa sangat nikmat lantaran kaya rempah-rempah, dimana menurut sang pemilik,  baik untuk kesehatan. Harganya pun terjangkau. Satu porsi dibandrol Rp 13ribu hingga Rp 40ribu.

Selain menu tersebut ada menu lain, diantaranya Nasi Goreng Tsunami. Bumbu yang pakai dipakai pada sajian ini menggunakan bumbu mie aceh. Cuma ditambah serai, daun salam, daun jeruk, daun kari (temerui), daging, udang, dan cumi yang dicampur. Harganya hanya Rp 36ribu saru porsi.

"Pencipta sajian kuliner disini adalah pendiri Rumoh Atjeh di Bengkulu, Bapak Effendi M. Jamal. Untuk sajian Nasi Goreng Tsunami, nggak ada di kota manapun termasuk di Aceh. Terinspirasi tsunami 2004, Nasi Goreng Tsunami waktu dihidangkan dengan tampilan acak-acakan. Dari rasanya lebih kaya rempah lagi dibandingkan Mie Aceh. Untuk penjualan, mie spesial per hari bisa paling sedikit 10 porsi. Kalau mie biasa di atas 20 porsi. Nasi goreng juga begitu," jelasnya.

Sementara itu, Owner Waroeng Kopi Rumoh Atjeh Palembang, Irwan Syaputra, menambahkan jika ide awal membuat warung ini karena dirinya rindu akan cita rasa khas masakan Aceh.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help