SriwijayaPost/
Home »

Pali

Wabup PALI Tagih Janji PT. EPI

Di tempat yang sama, perwakilan dari manajemen PT. EPI Bambang akan menyampaikan janji yang belum ditepati tersebut ke atasannya.

Wabup PALI Tagih Janji PT. EPI
Tribun Sumsel/Ari Wibowo
Suasana rapat antara LSM, masyarakat antara LSM, Manajemen PT EPI, dan Dishub Provinsi yang ditengahi oleh Pemkab PALI, Kamis (6/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALI -- Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ferdian Andreas Lacony, S.Kom, menagih janji PT. Energate Prima Indonesia (EPI) dari hasil rapat beberapa waktu lalu antara Pemkab PALI dengan manajemen PT. EPI, yang juga dihadiri oleh Kapolres Muara Enim yang pada saat itu masih dijabat oleh AKBP Hendra Gunawan, SIk, beserta jajarannya.

Dari hasil rapat tersebut, Ferdian mengingatkan ada beberapa rekomendasi yang hingga saat ini belum dilakukan oleh PT. EPI.

"Beberapa bulan lalu hasil rapat dengan manajemen PT. EPI, Kapolres Hendra Gunawan pada saat itu menindak lanjuti atas kasus kecelakaan lalu-lintas waktu itu. Dari pertemuan tersebut, ada beberapa rekomendasi diantaranya meminta PT. EPI bekerjasama dengan instansi terkait, Dishub, Pol PP, dan Satuan Lalu Lintas untuk bisa mengamankan jalan yang dilalui oleh angkutan batubara supaya masyarakat bisa melintas dengan aman dan nyaman. Namun hingga detik ini belum terealisasi," ungkap Wabup PALI, Kamis (6/4/2017) usai rapat antara LSM, Manajemen PT. EPI, dan Dishub Provinsi yang ditengahi oleh Pemkab PALI.

Dirinya juga sempat beberapa kali menghubungi manager PT. EPI, Mr. Chris, namun tidak pernah diangkat.

"Sebelumnya sempat diangkat, kemudian kata Mr. Cris PT. EPI sedang koleps. Kemudian ketika saya menghubungi lagi terkait permasalahan itu, sampai hari ini manager PT. EPI tidak bisa dihubungi. Saya hanya ingin mengingatkan, PT. EPI masih ada utang dengan Pemkab PALI yang belum direalisasikan," tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Selain itu, orang nomor dua di Bumi Serepat Serasan itu juga seringkali mengeluhkan dan tidak nyaman ketika mendapati Angbara yang konvoi terlalu panjang.

"Kalau bahaso palembangnyo, itu bukan konvoi lagi pak, tapi sudah dikatoke ngetime. Saking panjang dan lamanya Angbara tersebut," keluh Ferdian yang mengaku sering merasakan hal tersebut.

Pada dasarnya, pihaknya juga menginginkan bisnis batubara aman dan masyarakat tetap nyaman dan tidak resah.

"Madakke untuk nampal jalan yang berlubang PT. EPI seperti susah. Kemudian juga tonase angbara saya tekankan tidak boleh lebih dari 8 ton. Jika ada yang lebih silahkan dirazia," jelas Ferdian.

Kasi Angkutan Barang Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Fansyuri, menekankan kepada PT. EPI agar dapat meningkatkan kepedulian sosial serta tunaikan janji kepada Pemkab PALI.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help