Rumah Panda akan Dibangun di Kebun Binatang Kopenhagen

Firma arsitektur asal Denmark Bjarke Ingels atau BIG berencana membangun tempat tinggal berbentuk Yin dan Yang di Copenhagen Zoo untuk panda yang dikl

Rumah Panda akan Dibangun di Kebun Binatang Kopenhagen
Dezeen
Rumah Panda Kopenhagen. 

SRIPOKU.COM - KOPENHAGEN - Firma arsitektur asal Denmark Bjarke Ingels atau BIG berencana membangun tempat tinggal berbentuk Yin dan Yang di Copenhagen Zoo untuk panda yang diklaim persis seperti habitat alaminya di China.

Berita Lainnya:  Kreatif, Penjaga Kebun Binatang Ini Membuat Keterangan Hewan ala Game Pokemon Go

Populasi panda dalam beberapa tahun terakhir ini terus berkurang lantaran habitat alaminya banyak dirusak pihak tak bertanggung jawab.

Di beberapa bagian dunia, seperti China, pertumbuhan populasi manusia telah mendorong binatang-binatang ke area hidup lebih kecil dari seharusnya.

Itulah mengapa BIG memutuskan untuk merancang rumah senilai 22 juta dollar AS atau setara Rp 293,2 miliar bagi mamalia langka tersebut.

Konstruksi Rumah Panda Kopenhagen ini diharapkan bisa dimulai pada tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2018 mendatang atau tepat dengan kedatangan dua panda besar dari Chengdu, China.

Desain Rumah Panda tersebut akan memiliki ruang interior hampir seluas 1.254 meter persegi dan ruang eksterior seluas 1.207 meter persegi yang membentuk gambaran Yin dan Yang.

Pengaturan Rumah Panda ini dimaksudkan untuk membuat para pengunjung bisa merasakan penglihatan langsung terhadap lingkungan alami panda. Bukan menjadikan panda sebagai objek asing di negara tersebut.

Berdasarkan pernyataannya, BIG menjelaskan habitat yang mereka buat membentuk lingkungan paling bebas dan paling alami bagi panda.

Selain itu, memberikan kebebasan bagi hewan tersebut untuk berkeliaran dan kawin yang kini menjadi salah tantangan terancamnya populasi panda.

Arsitektur itu seperti potret. Untuk merancang sebuah rumah untuk seseorang adalah seperti menangkap esensinya, karakternya, dan kepribadiannya dalam satu bentuk.

"Dalam kasus dua panda besar ini, sifat soliter mereka yang unik membutuhkan dua hal serupa tapi terpisah habitat, satu untuk pejantan dan satu untuk betina," pungkas Pendiri BIG Ingels.

Penulis : Ridwan Aji Pitoko
Sumber : architecturaldigest.com

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help