SriwijayaPost/

Liga I Indonesia

Djajang Akui Ditonton Banyak Bobotoh Sedikit Mengganggu

“Selama ini saya bertindak biasa, tidak ingin terganggu dengann situasi itu, saya tidak ingin merubah volume suara saya, tidak menjadi over acting

Djajang Akui Ditonton Banyak Bobotoh Sedikit Mengganggu
arema cronus di grup neraka 

SRIPOKU.COM, MALANG-Pelatih Persib Jajang Nurjaman dengan jujur mengatakan bahwa kehadiran Bobotoh sedikit mengganggu persiapan tim. Seperti diketahui, Bobotoh yang merupakan fans Persib selalu membanjiri tempat latihan di Lap. Lodaya Bandung hingga merapat ke garis pinggir lapangan. Hal ini dikarenakan setiap sesi latihan tim yang semestinya tertutup, justru dibuka untuk umum.

Hal demikian memang tak bisa dielakkan mengingat fasilitas berlatih Persib yang masih belum memadai. Sering kali Bobotoh pun meluber ke tengah lapangan ketika Persib belum selesai membubarkan diri. Sebanyak 10 keamanan atau kini dikenal bodyguard Persib disediakan untuk menghindarkan fanatisme berlebih fans Persib.

“Pasti keganggu, pasti enggak nyaman, latihan ditonton sebanyak orang itu, harusnya sesi latihan kita sedikit lebih rahasia. Karena keterbatasan fasilitas dianggap wajar saja, karena adanya (tempat latihan) di situ,” kata Jajang seperti dilansir dari situs Simamaung.com, Sabtu (01/3).

Pelatih 59 tahun itu mengungkapkan bahwa kehadiran Bobotoh saat sesi latihan lebih besar musim ini dibandingkan musim ke belakang. Memang disadari Bobotoh kerap muncul saat sesi latihan Persib, namun animo tak sebesar tahun ini.

Janur nilai, kondisi demikian disebabkan karena materi pemain Persib yang kini mentereng dengan kehadiran Michael Essien atau Carlton Cole.

“Bisa melihat tambah besar dong, dari hari-hari sebelumnya sudah berbeda. Ini karena materi pemain Persib yang mengundang. Sebelumnya sudah begitu dan tambahnya dua pemain ini (Essien-Cole) jadi lebih banyak lagi,” papar Janur.

Meski, terganggu Jajang tak ingin ambil pusing yang akan membuat program latihannya kacau balau. Ia berusaha konsentrasi serta fokus memberi pengarahan untuk para anak-anak asuhannya.

“Selama ini saya bertindak biasa, tidak ingin terganggu dengann situasi itu, saya tidak ingin merubah volume suara saya, tidak menjadi over acting juga, jadi biasa saja,” ujarnya.

Melihat kondisi demikian di atas tentulah sudah semestinya Persib punya fasilitas berlatih sendiri. Klub dan fans memang tak bisa dipisahkan, oleh karenanya manajerial lingkungan berlatih terhadap sergapan fanatisme fans harus dilakukan.

Jika menengok keluar negeri sana, contohnya di klub asal Italia Juventus, di Vinovo Centre ada skat antara lingkup steril latihan dan disediakan pula tempat untuk para fans menonton. Jika keinginan fans untuk memintai tanda tangan dan berfoto, setiap pemain bakal menghampiri tribun atau tempat para fans menonton dengan tetap ada skat di diantaranya.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help