Mualaf di Muaraenim Bangun Masjid Megah Selama Dua Tahun

"Saya itu sudah lama ingin bangun Masjid di Ujan Mas ini, namun karena suatu hal sempat tertunda, tetapi alhamdulilah sekarang sudah selesai,"

Mualaf di Muaraenim Bangun Masjid Megah Selama Dua Tahun
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Muhamad Teguh

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--- Keinginan Muhamad Teguh, untuk membangun masjid sebenarnya sudah lama tercetus yakni sekitar tahun 2010 lalu, namun karena suatu hal keinginan tersebut belum terwujud.

Sejak dirinya menjadi seorang Mualaf pada tahun 1992 lalu, namun kecintaannya terhadap agama Islam bukan tanpa tantangan, namun berkat bimbingan istrinya tercinta Isbaniah, akhirnya membuatnya tetap istiqomah dan terus belajar tentang Islam.

"Saya itu sudah lama ingin bangun Masjid di Ujan Mas ini, namun karena suatu hal sempat tertunda, tetapi alhamdulilah sekarang sudah selesai," ujar pengusaha sukses yang memulai dari Kabupaten Muaraenim ini, Jumat (31/3/2017)

Menurut Muhamad Teguh, jangankan untuk membangun Masjid ini, untuk memberikan nama masjidnya saja cukup
lama.

Bahkan ia sempat berdoa di Masjidil Haram untuk meminta petunjuk kepada Allah mencari nama yang tepat untuk nama masjid yang akan dia bangun dengan nama Masjid Nabawi.

Namun ketika ia berdiskusi dengan Ustad Nawawi Dencik, ia disarankan untuk tidak memakai nama tersebut. Karena tidak kunjung dapat, akhirnya terbesitlah ide untuk menamakannya dengan nama istrinya yang tercinta yakni Isbaniah, namun supaya pas akhirnya dinamakan Al-Baniah.

"Istri saya itu orang Jawa, namun berkat melalui tangannya saya bisa mengenal Islam," ujar ayah tiga anak ini.

Dan ketika ditanya berapa besar dana yang dikeluarkan membangun Masjid tersebut, Muhamad Teguh, enggan menjawab dan hanya mengatakan bahwa kalau ingin membangun tidak perlu hitung-hitungan yang penting ikhlas.

Namun untuk membangun masjid ini, itu memakan waktu sekitar dua tahun. Selain itu juga, jika Allah mengizinkan ia juga akan membangun madrasah di areal masjid Al-Baniah yang bisa digunakan masyarakat untuk belajar dan syiar agama Islam.

"Saya harap Masjid ini, untuk dijaga bersama dan dimakmurkan sebab ini adalah milik seluruh umat Islam bukan milik saya," ujar Teguh.

Masjid Al-Baniah ini dibangun  di Ujan mas oleh Muhammad Teguh seorang mualaf dan pengusaha di Muaraenim.
Masjid Al-Baniah ini dibangun di Ujan mas oleh Muhammad Teguh seorang mualaf dan pengusaha di Muaraenim. (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Tokoh masyarakat Ujan Mas Wiliam Husein, yang menjabat sebagai anggota DPRD Muaraenim mengatakan, bahwa untuk membangun Masjid ini tercetus pada tahun 2010 oleh pengusaha lokal Muhamad Teguh.

Awalnya Ia tidak percaya dan masih ragu-ragu, ketika ia minta dicarikan tanah di Ujan Mas untuk dibangunkan Masjid.

Sebagai Kepala Desa pada saat itu, kata Wiliam Husein, iapun tetap mencarikan lahan untuk pembangunan masjid, dan akhirnya tanahnya dapat.

Setelah berlalu dua tahun, namun belum ada gerakan, sehingga dirinya memberanikan diri menyurati menanyakan niatnya keseriusan untuk membangun Masjid tersebut. Dan setelah itu, barulah dibangunkan masjid yang cukup megah dan besar ini.

"Masjid ini, tugas kita memakmurkannya sebaik mungkin bukan hanya tempat sholat tetapi untuk kegiatan keagamaan," ujarnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help