Nyaris Pingsan, Nur Digendong dari TPU ke Rumah Duka

Tubuhnya yang tak muda lagi nyaris roboh alias pingsan ketika berada di depan pusaran sang anak di TPU Talang Kerikil, Kecamatan Kemunging.

Nyaris Pingsan, Nur Digendong dari TPU ke Rumah Duka
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Nur, Ibu Alm, Taufik Hidayat (jilbab ungu) saat digendong kerabatnya usai dari liang lahat sang anak di TPU Talang Kerikil, Senin (27/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Nur, ibu Almarhum M. Taufik Hidayat, menjadi orang yang paling terpukul atas kehilangan sosok anak terakhirnya yang tewas tenggelam dalam kegiatan latihan dasar organisasi (LDO) yang dilaksanakan oleh BEM FKIP Unsri di danau belakang di kampus UNSRI Indralaya, Kec. Indralaya, Kab. Ogan ilir, Minggu (26/3/2017). 

Wanita setengah baya ini pun tak henti-hentinya meneteskan air mata. Tubuhnya yang tak muda lagi nyaris roboh alias pingsan ketika berada di depan pusaran sang anak di TPU Talang Kerikil, Kecamatan Kemunging,  Senin (27/3/2017).

Melihat Nur yang nyaris pingsan karena sangat terpukul atas kepergian sang anak, ia pun digendong oleh para kerabatnya dari TPU yang tak jauh dari rumah duka.

"Istighfar buk istigfar," ujar beberapa kerabat coba menguatkan Nur.

Suasana isak tangis pun tak henti-hentinya mengantarkan jenazah M. Taufik Hidayat di Taman Pemakanan Umum (TPU) Talang kerikil.

Dengan air mata yang terus mengalir dari kedua bola matanya,  Nur terus berdoa di depan pusaran anak keduanya tersebut agar diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT. 

"Ya Allah adek kenapa kau pegi begitu cepat. Ya Allah tempatkan adek disisi terbaikmu," ujarnya sambil menyeka air mata di liang lahat sang anak.

Seperti diketahui, almarhum merupakan salah satu korban tenggelam dalam kegiatan latihan dasar organisasi (LDO) yg dilaksanakan oleh BEM FKIP Unsri.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help