SriwijayaPost/

Jangan Muda Percaya Isu di Medsos, Kholid MD: Itu Terlalu Dibesar-Besarkan

Kholid memastikan bahwa isu tersebut di OKU Timur hanya dibesar-besarkan dan belum pernah terjadi.

Jangan Muda Percaya Isu di Medsos, Kholid MD: Itu Terlalu Dibesar-Besarkan
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
bupati OKU Timur, HM Kholid MD 

 

MARTAPURA, SRIPO – Bupati OKU Timur HM Kholid MD menegaskan bahwa isu penculikan anak di Kabupaten OKU Timur hanya kabar burung dan tidak pernah terjadi seperti yang banyak dirumorkan di sejumlah media sosial dan kalangan masyarakat OKU Timur.

Kholid memastikan bahwa isu tersebut di OKU Timur hanya dibesar-besarkan dan belum pernah terjadi.

Baik kepolisian maupun pemerintah kata dia, belum pernah menerima adanya laporan penculikan tersebut maupun adanya keluarga yang kehilangan anak mereka.

“Di OKU Timur belum ada. Isu penculikan-penculikan itu hanya terjadi di kota-kota besar yang disebabkan oleh degredasi moral yang sangat kentara. Kalau di OKU Timur hingga saat ini belum ada karena moral masyarakatnya yang bagus,” katanya.

Banyaknya Pondok Pesantren (Ponpes) dan pengajian-pengajian keagamaan yang aktif digelar membuat masyarakat tidak melakukan hal-hal tercela seperti isu yang saat ini beredar maraknya penculikan anak disejumlah wilayah.

“Pengawasan dari orangtua sangat penting untuk mengantisipasi hal-hal yang kemungkinan dapat merugikan masyarakat dan keluarga. Meskipun isu tersebut belum belum terbukti di OKU Timur, namun bukan berarti kita tidak perlu waspada,” katanya.

Sedangkan Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru mengungkapkan hal serupa mengenai adanya isu penculikan anak tersebut.

Menurutnya, isu yang beredar dengan cepat di seluruh Indonesia itu dipastikan tidak terhadi diwilayah OKU Timur.

“Setelah isu itu muncul, anggota saya langsung terjun ke lapangan melakukan penyelidikan dan hasilnya sampai sekarang isu tersebut tidak terbukti kebenarannya. Itu hanya hoax. Masyarakat tidak perlu resah dengan adanya isu tersebut,” katanya.

Menurut Audie, masyarakat OKU Timur khususnya pengguna aktif media sosial jangan terlau mudah mempercayai isu-isu yang ada di Medsos.

Terlebih langsung mempercayainya tanpa mencematinya terlebih dahulu.

“Setiap isu yang muncul di media sosial agar dicermati terlebih dahulu. Sebagai pengguna aktif media sosial harus lebih cermat dalam menerima isu yang beredar,” katanya. (*)

Penulis: Evan Hendra
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help