Kadis LHP Sumsel Optimis Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

Meski demikian Edward menyebut, target riil pengurangan emisi Sumatera Selatan baru dapat ditentukan setelah hasil kaji ulang Rencana Aksi Daerah (RAD

Kadis LHP Sumsel Optimis Tekan Emisi Gas Rumah Kaca
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Drs H Edward Candra MH. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Drs H Edward Candra MH optimis target kontribusi pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Sumsel akan naik secara signifikan.

Meski demikian Edward menyebut, target riil pengurangan emisi Sumatera Selatan baru dapat ditentukan setelah hasil kaji ulang Rencana Aksi Daerah (RAD) nantinya.

"Secara signifikan menekan emisi gas rumah kaca ini sehingga prosentase penurunan. Tentu ini sebagai awal. Ada timnya SKPD terkait dibantu LAMA-I, Bappenas dan nara sumber didatangkan dari pusat diharapkan tercapai. 2012 10,16 persen. Akan reveiw. Akan didiskusikan. Masing-masing sektor akan bicara. Kebakaran hutan menyumbang. Sektor kehutanan dan lahan gambut tidak sebesar energi pembangunan dan kendaraan. Dengan nantinya kalau sudah ada LRT, kendaraan lainnya akan berkurang. Jalan tol lebih lancar. Gas emisi kendaraan berkurang," ungkap Drs H Edward Candra MH saat membuka lokakarya Kaji Ulang Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Pemantauan Evaluasi Pelaporan (PEP) Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Hotel Santika Palembang, Rabu (22/3/2017).

Menurut Edward, kaji ulang dan evaluasi RAD perlu dilakukan untuk menyesuaikan target pengurangan emisi dengan perkembangan signifikan di sektor kehutanan, pertanian, transportasi, lahan gambut, industri dan pengeloaan limbah.

"Perkembangan di sektor tersebut cukup signifikan, artinya ini peluang untuk meningkatkan kontribusi penurunan emisi GRK. RAD ini sebagai awal, selanjutnya kita akan susun tim yang melibatkan seluruh stakeholder seperti Bappenas dan World Agroforestry Center (ICRAF) dengan program Locally Mitigation Actions Program in Indonesia (LAMA-I)," jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan tetap pada komitmen untuk meningkatkan kontribusinya dalam pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Pemerintah sebesar 29% sampai dengan tahun 2020.

Langkah nyata komitmen ini dilakukan dengan melakukan kaji ulang dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Pemantauan Evaluasi Pelaporan (PEP) Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dengan melibatkan seluruh stakeholder yang berlangsung di Palembang, Rabu (22/3/2017).

Kaji ulang dan evaluasi RAD perlu dilakukan untuk menyesuaikan target pengurangan emisi dengan perkembangan signifikan disektor kehutanan, pertanian, transportasi, lahan gambut, industri dan pengeloaan limbah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Drs H Edward Candra MH didampingi Kepala Sekretariat RAN GRK Bappenas Aceng Kadariyana, dan Koordinator World Agroforestry Centre (ICRAF) Suyanto membuka lokakarya Kaji Ulang Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Pemantauan Evaluasi Pelaporan (PEP) Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Hotel Santika Palembang, Rabu (22/3/2017).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Drs H Edward Candra MH didampingi Kepala Sekretariat RAN GRK Bappenas Aceng Kadariyana, dan Koordinator World Agroforestry Centre (ICRAF) Suyanto membuka lokakarya Kaji Ulang Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Pemantauan Evaluasi Pelaporan (PEP) Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Hotel Santika Palembang, Rabu (22/3/2017). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved