Terbaru. . . Deteksi Kanker Cukup Pakai Air Liur

Anggapan kanker sebagai penyakit menakutkan memang terbukti adanya. Berbagai laporan dari organisasi kesehatan menunjukkan kalau penyakit ini masih me

Terbaru. . . Deteksi Kanker Cukup Pakai Air Liur
Brilio.net
Tes air liur. 

SRIPOKU.COM - Anggapan kanker sebagai penyakit menakutkan memang terbukti adanya. Berbagai laporan dari organisasi kesehatan menunjukkan kalau penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Berita Lainnya:  Mesin Kecerdasan Google Uji Coba Deteksi Kanker

Merujuk data situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diperbarui pada Februari 2017, kanker adalah penyebab kematian manusia terbesar kedua di dunia. Pada 2015, misalnya, sebanyak 8,8 juta orang meninggal akibat penyakit tersebut.

Padahal, seseorang yang berisiko terkena penyakit itu bisa terselamatkan bila terdeteksi sejak dini. Terlebih lagi, perkembangan ilmu kedokteran terbaru menyebutkan tes air liur sudah bisa mendeteksi risiko kanker.

“Satu kali tes air liur memungkinkan bisa mendeteksi dini lebih dari satu jenis kanker secara bersamaan,” papar David Wong, peneliti dari Universitas Los Angeles (UCLA), seperti dimuat dailymail, Minggu (14/2/2016).

David Wong dan para peneliti dari UCLA telah meneliti bahwa di dalam air liur terdapat jejak asam ribonukleat (RNA) dari sel-sel kanker. RNA adalah molekul yang berperan penting dalam transkripsi asam deoksiribonukleat (DNA), yaitu asam nukleat yang mencatat semua informasi genetik dan biologis seseorang.

Hebatnya lagi, lanjut dia, hanya butuh waktu 10 menit untuk mengetahui hasil tes air liur ini, berbeda dengan tes darah di laboratorium yang kadang memakan waktu berhari-hari untuk tahu hasilnya.

Nantinya, lanjut Wong, tes dengan sebutan liquid biopsy itu dapat dengan mudah diakses banyak orang. Pasien bisa datang ke dokter gigi atau apotek, dan bahkan bisa melakukannya sendiri di rumah. Biaya yang dibutuhkan untuk sekali tes pun tak lebih dari 15 poundsterling, setara sekitar Rp 248.000.

Diperkirakan, layanan liquid biospy sudah akan tersedia untuk publik pada akhir dekade ini. Sebagai langkah awal, Wong menguji coba metode tersebut ke pasien kanker paru-paru di China.

Di Indonesia, muncul pula upaya untuk memunculkan metode pengujian kanker yang cepat tanpa harus tes darah. Delapan mahasiswa dari International Institute for Life Science (i3L) ada di dalam deretan kelompok perintisnya.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help