SriwijayaPost/

Pencuri Motor di Lokasi Proyek LRT Ini Ditembak Polisi

Adi diringkus petugas pidum lantaran melakukan aksi pencurian motor di lokasi proyek LRT Zona 2 Pier 300 tepatnya di depan RS Myria.

Pencuri Motor di Lokasi Proyek LRT Ini Ditembak Polisi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Adi Saputra, ketika diringkus pidum Polresta Palembang, terkait aksi pencurian motor. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Adi Saputra (31), warga Jalan Swadaya RT 19/14 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang ini tak bisa berkutik lagi, setelah kakinya sebelah kiri dilumpuhkan petugas Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang, Senin (20/2), sekitar pukul 21.00.

Adi diringkus petugas pidum lantaran melakukan aksi pencurian motor di lokasi proyek LRT Zona 2 Pier 300 tepatnya di depan RS Myria Jalan Kol H Burlian Kecamatan Sukarami, Palembang.

Dimana saat itu korbannya, yakni Feriyanto (26) warga Jalan Macan Kumbang VI Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB I, Palembang, yang merupakan pekerja proyek LRT sedang melakukan pengecekan dilapangan di TKP (tempat kejadian perkara.

Saat korban memarkirkan motornya tiba-tiba datang pelaku langsung mendorong tubuh korban hingga terbentur beton girder yang ada di TKP.

Lalu pelaku langsung mengambil motor korban yang kunci kontaknya masih tergantung dan membawanya kabur.

"Kejadian itu terjadi pada 20 Maret, beberapa hari lalu. Pelaku juga ditangkap atas laporan korbannya ke Polresta Palembang. Menindaklanjuti laporan tersebut, keberadaan pelaku pun tercium dan langsung kita ringkus," Ungkap Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede melalui Kanit Pindum AKP Robert Siombing, Selasa (21/3).

Lanjut Robert, tersangka juga terpaksa dilumpukan karena melakukan perlawanan dan hendak kabur ketika ditangkap," Ya kita terpaksa lumpuhkan karena tersangka ini melawan dan hendak kabur ketika di tangkap," tegasnya. Atas ulahnya tersangka akan dikenakan pasal 365 KHUP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sedangkan Adi ketika diperiksa mengaku, nekat melakukan aksi ini lantaran tidak ada pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.

" Saya terpaksa melakukan aksi ini pak. Karena tidak ada pekerjaan. Untuk makan dan merokok sehari-hari jadi saya nekat melakukan aksi ini," sesalnya sambil meringis kesakitan karena ditembus peluru petugas.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help