SriwijayaPost/

KPAD Kota Palembang Minta Pengawasan Keluarga Lebih Aktif

Terkait maraknya penjualan DVD drama asia, menjadi perhatian serius Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Palembang.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Terkait maraknya penjualan DVD drama asia, menjadi perhatian serius Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Palembang. Terutama sebagian DVD yang beredar dan ternyata tanpa sensor sehingga adanya adegan syur.

Terlebih lagi pembeli DVD mayoritasnya merupakan kalangan remaja yang merasa kepergok melihat sisipan adegan syur dalam alur cerita drama asia.

"Yang perlu ditekankan itu pengawasan dari keluarga. Orangtua harus berperan aktif melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya yang memang hobi menonton drama asia yang saat ini sedang tren," ujar Ir Hj Tri Widayatsih M Si, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Palembang, Senin (20/3/2017).

Tri yang juga sebagai Ketua Pokja Perempuan dan Perlindungan Anak ini mengatakan, semuanya pihak terkait berkewajiban melakukan pengawasan. Terutama instansi pemerintah yang berwenang. Dikarenakan dari hal kecil yang sifatnya negatif, dampaknya bisa merusak moral bangsa.

Instansi pemerintah terkait harus bergerak cepat melakukan penertiban dan pelarangan terhadap penjualan DVD yang tanpa melalui sensor. Namun memang yang perlu ditekankan itu adalah pengawasan dari kalangan keluarga.

"Biar perlu instansi terkait yakni dari polisi dan petugas Pol-PP bertindak tegas. Lakukan razia secara rutin dan berkala. Jika tertangkap, berikan sanksi yang tegas. Karena ini efeknya bisa merusak moral anak bangsa kedepannya," ujar Tri yang juga tercatat sebagai akademisi dari Universitas PGRI Palembang.

Namun yang lebih terpenting dari pengawasan, Tri mengatakan, sosialisasi juga perlu dilakukan. Berikan pencerahan terhadap kalangan remaja bahwa hal-hal tidak seharusnya diikuti, untuk segera dijauhkan atau ditinggalkan.

"Bekali anak-anak dengan pengetahuan dan wawasan yang berdampak postif. Terutama bekal pengetahuan agama, bahwa ada hal-hal yang menjadi larangan dan tidak perlu diikuti," ujarnya.(Welly Hadinata)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help