Kesal Dilarang Bertemu Anak dan Istri, Muslim 'Cincang' Adik Ipar Hingga Cacat

Masing-masing di bagian paha kanan, kiri, kepala dan kening sebelah kiri yang mengakibatkan korban mengalami cacat (buta mata sebelah kiri).

Kesal Dilarang Bertemu Anak dan Istri, Muslim 'Cincang' Adik Ipar Hingga Cacat
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Muslim tersangka penganiayaan kepada adik iparnya hingga menyebabkan cacat saat diamankan di Polsekta Gandus Palembang, Selasa (21/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kesal lantaran telah dilarang oleh adik iparnya Amik (23) untuk bertemu dengan anak dan juga istrinya yang telah lama tidak bertemu, membuat M Mahardi Muslim (25), akhirnya emosi dan naik pitam hingga nekat menganiaya adik iparnya tersebut dengan cara "mencincang" menggunakan parang hingga cacat.

Namun akibat ulahnya tersebut, kini warga Jalan PSI Lautan Lorong Kedukan II RT Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang itu harus membayar mahal setelah diamankan Polsekta Gandus Palembang.

Ia diamankan di rumahnya, Senin (20/3/2017) sekitar pukul 17.00 tidak lama setelah pulang dari bersembunyi ke Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Ditemui di Polsekta Gandus Palembang, Selasa (21/3/2017), tersangka Muslim, mengatakan, kejadian tersebut terjadi Selasa (2/8/2017) sekitar pukul 20.00 lalu berawal saat ia sengaja mendatangi ke rumah mertuanya yang berada di Jalan PDAM Lorong Buyut Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang.

"Sebelum kejadian itu, saya sudah datang tapi malah dilarang dan diajak duel oleh keluarga istri saya, Sandi hingga saya pun akhirnya untuk memutuskan kembali pulang ke rumah," jelasnya.

Tak terima dengan hal tersebut atau persisnya setelah sehari kemudian, dikatakan tersangka Muslim, ia pun akhirnya kembali mendatangi rumah mertuanya tersebut dengan maksud untuk mencari dan menemui Sandi dan saat itu, ia juga sudah menyiapkan parang dan pisau.

"Pas nanya Sandi kepada korban, Amik, dia malah menjawab Sandi tidak ada dan dia juga menantang saya untuk berkelahi. Karena itu, saya pun akhirnya langsung meladeninya dengan mengambil parang yang sudah saya bawa dan ditaruk di sepeda motor," terangnya.

Saat itu, dikatakan tersangka Muslim, ia "mencincang" korban yang tidak lain adalah adik iparnya tersebut masing-masing di bagian paha kanan, kiri, kepala dan kening sebelah kiri yang mengakibatkan korban mengalami cacat (buta mata sebelah kiri).

"Saat kejadian itu sebenarnya juga sedang ramai tapi tidak ada yang berani misah dan setelah kejadian, saya pun langsung kabur termasuk kemudian pergi bersembunyi dengan merantau ke Sekayu Kabupaten Muba," ungkapnya.

Sedangkan, saat ditanya kenapa ia tidak boleh bertemu dengan anak dan istrinya, tersangka Muslim, mengatakan, ia tidak tahu permasalahan pastinya.

"Saat itu saya sedang tidak ada kerjaan dan mungkin karena itu saya dilarang. Anak saya itu sekarang berumur 2,5 tahun," tuturnya.

Sementara itu, Kapolsekta Gandus Palembang, AKP Dedi Rahmad Hidayat didampingi Kanit Reskrim, Ipda Muslim, mengatakan, tersangka diamankan setelah tidak lama pulang dari tempat persembunyiannya di Muba.

"Mengetahui tersangka sudah pulang, kita pun langsung melakukan penangkapan. Dan akibat kejadian tersebut, korban pun juga mengalami cacat buta mata sebelah kiri. Untuk tersangka akan dijerat Pasal 351 KUHP," jelasnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help