Warga Resah Jalan Penghubung Mulai Rusak

Harapan kita semua jalan provinsi di OKU Timur bisa segera diperbaiki sehingga akses dalam membawa hasil bumi bisa lebih mudah dan tidak ada kendala.

Warga Resah Jalan Penghubung Mulai Rusak
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Ruas jalan penghubung antara OKU Timur dengan OKU Selatan yang mulai rusak akibat tingginya intensitas dump truk pengangkut tanah yang melintas dengan tonase berlebihan. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengirimkan surat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait kerusakan sejumlah jalan provinsi yang ada di OKU Timur. Salah satunya jalan penghubung kabupaten OKU Timur dengan kabupaten OKU Selatan.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengaku sudah menerima keluhan masyarakat mengenai kerusakan ruas jalan provinsi yang ada di OKU Timur mulai dari jalan yang menghubungkan antara Martapura-Belitang, Martapura-Cempaka hingga jalan penghubung Martapura-OKU Selatan.

“Perbaikan ruas jalan Martapura-Belitang dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan. Sedangkan untuk ruas jalan OKU Timur-OKU Selatan untuk perbaikannya sudah kita ajukan kepada pemerintah provinsi.

"Harapan kita semua jalan provinsi di OKU Timur bisas segera diperbaiki sehingga akses dalam membawa hasil bumi bisa lebih mudah dan tidak ada kendala,” ungka Kholid Senin (20/3).

Dari pengamatan dilapangan, kerusakan ruas jalan provinsi yang menghubungkan antara OKU Timur dengan OKU Selatan mulai terjadi yang dipicu oleh banyaknya kendaraan pengangkut tanah dari wilayah OKU Selatan yang melintas dengan melebihi kapasitas muatan.

“Perbaikan secara maksimal memang belum pernah dilaksanakan, namun dahulu kerusakannya tidak separah saat ini karena kendaraan yang melintas tidak terlalu berat. Namun sejak ada kendaraan pengangkut tanah dalam satu tahun terakhir, kerusakannya cukup parah bahkan saat ini sangat membahayakan jika tidak segera dilakukan perbaikan,” ungkap Toni (24) warga Bungamayang.

Setiap hari kata Toni, konvoi kendaraan dump truk pengakut tanah dengan jumlah yang tidak sedikit selalu melintas dengan tonase melebihi kapasitas yang ada. Masyarakat berharap pemerintah dapat menekankan kepada pengendara mengenai tonase yang semestinya sehingga bisa meminimalisir kerusakan jalan.

“Kalau jumlah kendaraan tidak bisa dibatasi, namun tonase jika tidak dibatasi maka akan menyebabkan kerusakan jalan semakin parah, terlebih pembangunannya tidak pernah dilakukan sehingga menyebabkan kerusakannya semakin parah,” katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help