Disinyalir CD/VCD/DVD Film Asia Berbau Seks Dijual Bebas di Palembang

Ini dapat merusak moral anak-anak yang tidak pantas ditonton. Tentunya ini bisa menyebabkan kenakalan remaja termasuk seks bebas.

Disinyalir CD/VCD/DVD Film Asia Berbau Seks Dijual Bebas di Palembang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Anggota Komisi V DPRD Sumsel, H Rizal Kenedi SH MM 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisi V DPRD Sumatera Selatan menyatakan maraknya film-film VCD/DVD drama Asia terutama China dan Korea yang beredar di pasaran yang bisa dibeli bebas oleh masyarakat tentunya perlu mendapat perhatian dari instansi terkait untuk melakukan pemantaun di lapangan.

"Karena disinyalir film tersebut merupakan VCD/DVD bajakan yang terkadang dalam film tersebut terdapat adegan syur yang berbau seks, tentunya hal ini dapat merusak moral anak-anak yang tidak pantas ditonton. Tentunya ini bisa menyebabkan kenakalan remaja termasuk seks bebas. Oleh karena itu harus segera ditindaklanjuti oleh stake holder yang ada," ungkap anggota Komisi V DPRD Sumsel, H Rizal KENEDI SH MM di sela-sela Rapat Paripurna XXIII DPRD Sumsel, Senin (20/3/2017).

Menurut Rizal, maraknya penjualan CD/VCD/DVD bajakan sepertinya menjadi hal yang biasa.

Begitu pula para penjual yang memahami bahwa tindakan yang dilakukannya jelas melanggar Hukum.

Padahal mengenai ini telah diatur dalam UU hak cipta no 19 tahun 2002 yaitu pasal 72 ayat (2) yang berbunyi: Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Dari pasal ini, tegas Rizal, sudah sangat jelas bahwa menjual suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta merupakan hal yang dilarang oleh undang-undang dan bagi pelaku juga dapat dikenakan pidana maupun denda yang telah ditentukan dalam ayat (2).

Ironisnya bagi pihak penegak hukum yang seharusnya melakukan penindakan terhadap penjualan CD/VCD/DVD bajakan ini malah sebaliknya seperti membiarkan hal ini terjadi.

Jika adanya pembiaran oleh penegak hukum maka tidak tertutup kemungkinan penjualan hasil bajakan akan semakin marak di masyarakat Indonesia, maka penjualan VCD/DVD bajakan di kalangan masyarakat adalah wujud perkembangan kejahatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

"Oleh karena itu kita mengharapkan agar instansi terkait untuk melakukan razia terhadap penjualan CD/VCD/DVD yang ada dipasaran karena perlu dilihat apakah barang yang jual merupakan bajakan atau bukan. Terlebih lagi kita khawatirkan juga beredar film-film yang mengandung tayangan syur yang dapat merusak moral para remaja dan masyarakat," tegas Rizal yang juga Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan Sumsel.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help