SriwijayaPost/

Dirut PT KAI: Tiket LRT Harusnya Pasti Lebih Murah

Di satu trainset LRT yang terdiri dari tiga gerbong dapat menampung penumpang sebanyak 534 orang untuk sekali angkut.

Dirut PT KAI: Tiket LRT Harusnya Pasti Lebih Murah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro (kanan) 

Light Rail Transit (LRT) yang saat ini dibangun di Sumsel bakal menjadi transportasi massal.

Pasalnya, lokomotif LRT ini yang dibuat di pabrik kereta PT Industri Kereta Api Nasional (PT INKA) mampu mengangkut penumpang sebanyak 722 orang.

"Ya, untuk total keseluruhannya itu maksimal mampu membawa penumpang sebanyak 722 orang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nasrun Umar melalui Kabid Perkeretaapian Dishub Sumsel, Afrian Jhon.

Untuk spesifikasi teknisnya sendiri, sambung Afrian, terdiri atas kereta pengikut (T) dengan berat 32 ton dan motor car atau kereta dengan roda penggerak serta kabin masinis (MC1-MC2) dengan beratnya sekitar 33 ton.

Sedangkan kapasitas masing-masing untuk beban normal Kereta M1 sebanyak 129 penumpang dimana terdiri dari 27 duduk dan 102 berdiri, untuk kereta pengikut (T) sebanyak 142 penumpang yang terdiri dari 24 duduk dan 118 berdiri, sedangkan untuk kereta M2 sebanyak 129 penumpang yang terdiri dari 27 duduk dan 102 berdiri.

"Nah untuk beban penuhnya sendiri untuk kereta M1 itu bisa mengangkut 231 penumpang, untuk kereta T itu bisa sebanyak 260 orang, dan kereta M2 itu bisa mengangkut 231 orang. Jadi totalnya bisa 722 orang," terangnya.

Dia mengakui memang untuk lokomotif LRT ini sendiri didesain banyak yang berdiri dibandingkan yang duduk.

Namun, menurutnya, hal ini tidak ada masalah mengingat minimnya goncangan LRT.

Hal ini tentunya dikarenakan LRT Palembang menggunakan tenaga listrik.

"Teknologi dari LRT ini sangat cangih. Jadi tidak akan ada masalah," terangnya.

Untuk nilai kontrak, semua lokomotif itu mencapai sebesar Rp 388 miliar.

Nilai tersebut mencakup perawatan selama 4 tahun, masa penyerahan sarana dilakukan dua tahap yakni dua transit dan enam transit.

"Totalnya ada delapan transit. Artinya, pada April 2018 akan diserahkan dua transit. Kemudian, Juni enam transit," ujarnya.

Dirinya juga pernah menerangkan, untuk pembayaran tarif sendiri nantinya akan menggunakan sistem e-money dengan menggunakan kartu pintar.

Hal ini tentunya telah dikoordinasikan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator untuk LRT Palembang.

"Nantinya akan dicoba beberapa pola, yang pertama menggunakan sistem e-money dan nantinya juga akan ada subsidi. Tapi ini masih akan dikaji terlebih dahulu," ujarnya.

Meskipun begitu, pihaknya belum dapat memastikan berapa besaran subsidi untuk tarif LRT ini.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help