SriwijayaPost/

Dalam Beberapa Hari Terakhir OKU Timur Dihebohkan Kecelakaan dan Penemuan Mayat

Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten OKU Timur dihebohkan dengan beberapa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa.

Dalam Beberapa Hari Terakhir OKU Timur Dihebohkan Kecelakaan dan Penemuan Mayat
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Sejumlah anggota polisi saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Lakalantas yang menyebabkan meninggalnya salah satu pengendara sepeda motor. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten OKU Timur dihebohkan dengan beberapa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran irigasi.

Setelah kecelakaan lalu lintas yang menimpa Suroso dan adiknya akibat terseret Kereta api Babaranjang hingga merenggut nyawa Suroso.

Keesokan harinya Sabtu (18/3) sekitar pukul 15.00. ditemukan sesosok mayat laki-laki yang mengapung dialiran irigasi yang diketahui bernama Tripurwono (32), warga Dusun Campursari, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Buay Madang Timur yang ditemukan mengapung di irigasi Desa Srikaton.

Berdasarkan pengakuan saksi, mayat tersebut pertamakali ditemukan dengan posisi terungkup. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui korban mengalami luka lecet di dahi sebelah kanan yang diduga sebelum meninggal korban sempat terpeleset dan membentur dinding semen irigasi hingga terjatuh dan hanyut.

Beberapa jam usai penemuan mayat tersebut, Sabtu (18/3) sekitar pukul 21.30, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi hingga merenggut nyawa satu dari dua pelajar karena sepeda motor jenis Honda Beat dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 5620 XV warna kuning merah menghantam mobil Innova dan terpelanting hingga membentur trotoar yang dikemudikan oleh RI (17) beserta rekannya RS (17), keduanya merupakan warga Desa Perjaya, Kecamatan Martapura.

“RI meninggal dunia di RSUD Martapura, sedangkan rekannya RS alami luka yang cukup parah sehingga harus di rujuk ke RS Baturaja,” ungkap kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru didampingi Kasubag Humas AKP Hardan.

Menurut Hardan, kecelakaan maut tersebut berawal ketika RI dan RS mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dari arah pasar menuju arah Sungaituha.

Ketika melintasi di depan kantor DPRD satu unit mobil Innova BG 305 YE, yang dikemudikan Dwi Saputra (28), warga Kelurahan Kebunjati, Kecamatan Martapura akan berbelok ke arah lorong tepat disamping kantor DPRD OKU Timur.

Diduga tidak bisa mengendalikan sepeda motornya, RI kemudian menabrak bagian depan mobil sehingga korban RI yang mengemudikan sepeda motor terjatuh dengan kepala membentur aspal.

Sedangkan rekannya RS terbawa sepeda motor dan masih sempat melaju sejauh 10 meter hingga menabrak pondasi taman.

“Kecelakaan lalu lintas terjadi dua kali dalam satu minggu terakhir dan dua kejadian tersebut memakan korban jiwa. Kita menghimbau kepada masyarakat yang akan mengendarai sepeda motor untuk lebih berhati-hati dan lebih bijak sehingga kecelakaan lalu lintas bisa dihindari,” katanya.
 

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help