SriwijayaPost/

BREAKING NEWS : Dituntut 8 Tahun Penjara, Yan Anton Tampak Pasrah

Tuntutan tersebut disertai denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan setelah dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

BREAKING NEWS : Dituntut 8 Tahun Penjara, Yan Anton Tampak Pasrah
SRIPOKU.COM/YULIANI
Terdakwa Yan Anton usai menjalani sidang Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) kelas 1A Palembang, Senin (20/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Roy Riadi, mengajukan tuntutan hukuman delapan tahun penjara kepada terdakwa Bupati Banyuasin nonaktif, Yan Anton Ferdian (33) dalam sidang Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) kelas 1A Palembang, Senin (20/3/2017).

Tuntutan tersebut disertai tuntutan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan Undang-undang Tipikor.

Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan oleh JPU tersebut, terdakwa Yan Anton yang didampingi penasihat hukumnya hanya terdiam pasrah. "Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 huruf A junto Pasal 55 ayat 1 junto Pasal 12 huruf B ayat 1 UU Pemberantasan Tipikor. Jaksa meminta hakim untuk menghukum terdakwa selama delapan tahun penjara," ujar JPU Roy di depan majelis hakim, terdiri dari hakim Ketua, Arifin, beserta hakim anggota, Haridi dan Paluko.

Tak hanya itu, ia juga meminta hakim untuk menjatuhkan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan dan ditambah dengan pencabutan hak politik selama lima tahun setelah menyelesaikan masa hukuman. Atas pembacaan surat tuntutan tersebut, majelis hakim mempersilakan terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan pada persidangan pekan depan. Sedangkan Yan Anton mengatakan pembelaan tersebut akan disampaikan penasihat hukumnya.

Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help