Astaga. Wanita ini Tega Tendang Anaknya. Alasannya Buat Netizen Berang

Rasa lapar, rasa tidak nyaman, atau rasa sakit menjadi salah satu dari alasan mengapa seorang bayi menangis.

Astaga. Wanita ini Tega Tendang Anaknya. Alasannya Buat Netizen Berang
Youtube/ViV55 - Viral Videos
Salah satu cuplikan adegan dari video, ketika seorang ibu tega menendang anaknya sendiri karena tak mau berhenti menangis. 

SRIPOKU.COM, CINA -- Tangisan seorang bayi bisa muncul karena berbagai alasan. Rasa lapar, rasa tidak nyaman, atau rasa sakit menjadi salah satu dari alasan mengapa seorang bayi menangis.

Dikutip dari Viral 4 Real, sebagai orangtua, memeriksa dan memastikan kondisi bayi baik-baik saja tentu menjadi prioritas utama. Jika sang bayi menangis tanpa henti, tentu ada hal tak baik yang terjadi padanya.

Seorang bayi bergantung pada kedua orangtuanya karena mereka masih sangat lemah. Selain itu, bayi tentu belum memiliki kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu, sehingga tangisan  menjadi satu-satunya cara mereka berkomunikasi dengan orang dewasa.

Akan tetapi belum lama ini, netizen sempat dibuat berang dengan ulah seorang wanita yang tertangkap video menyiksa anaknya sendiri.

Dalam rekaman video yang dilaporkan di ambil di salah satu wilayah di Provinsi Guangdong, Cina ini, nampak seorang bayi malang ditendang oleh seorang wanita. Sang wanita diidentifikasi bernama Chen, dan yang lebih mengejutkan, ia adalah ibu dari bayi malang tersebut.

Malang, tangisan sang bayi yang tak kunjung berhenti membuat sang ibu naik pitam dan emosi.

Bukannya menenangkan sang bayi, sang ibu justru tiba-tiba menendang buah hatinya tersebut. Bahkan, saat sang bayi sudah terjatuh dan kesulitan berdiri, wanita ini kembali melayangkan tendangan ke arahnya. Hal in ijelas mengundang kecaman dari kalangan netizne yang berharap agar sang ibu segera diamankan pihak berwajib.

Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana nasib sang bayi, termasuk apakah sang ibu sudah diamankan pihak berwajib atau tidak.

Penulis: Ahmad Sadam Husen
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help