Papi Candra Rela Rogoh Kocek Rp 150 Juta Modifikasi Siput

Keseluruhan bentuk mobil siput sekitar 50 persennya sudah dimodifikasi ‎tak lagi original atau telah dimodifikasi total.

Papi Candra Rela Rogoh Kocek Rp 150 Juta Modifikasi Siput
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Dua orang wanita duduk di atas siput saat kontes modifikasi mobil di Rajawali Village, Sabtu (18/9/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jika sudah menjadi hobi, uang bukanlah permasalahan berarti demi menyalurkan hobi yang disukai.

Itulah yang dilakukan oleh Papi Candra, seorang pegawai swasta kota Palembang rela merogoh kocek hingga Rp 150 juta, untuk memodifikasi mobil kesayangannya jenis honda civic yang ia beri nama siput alias si putih.

‎Keseluruhan bentuk mobil siput sekitar 50 persennya sudah dimodifikasi ‎tak lagi original atau telah dimodifikasi total.

Mulai dari kab, mesin, vender, bodi depan, bodi belakang, lampu, velg hingga minibar telah disulap dengan barang kualitas kelas wahid.

"Modifnya baru setengah tahun ini. Sekitar 50 persennya sudah dirubah total dari bawaan asli. Ya, total sekitar Rp 150 juta saya mengeluarkan budget untuk membuat siput seperti sekarang ini," jelas Candra, Minggu (19/3/2017).

Mengusung tema elegan dengan bodi ceper sekitar 5 cm jarak dengan aspal, membuat siput menjadi salah satu primadona dalam ajang kontes modifikasi mobil di Rajawali Village Palembang, Sabtu (18/3/2017) kemarin.

Setiap orang yang melintas melihat siput, sorot mata seseorang seakan enggan berpaling.

Bentuknya yang keren dan elegan membuat‎ kebanyakan orang berdecak kagum.

"Kalau bentukanya standar kurang wow. Jadi harus lebih diperindah. Kalau harga pertama beli mobil Rp 112 juta, memang lebih mahal modifnya. Ya namanya juga hobi uang nggak masalah asalkan kita puas," tegas Candra.

‎Ia menjelaskan, dengan tema elegan yang dimiliki siput sudah beberapa kali menyabet penghargaan. Salah satunya menjadi The best monochrome matic di ajang kontes modifikasi HIN di Opi Mall beberapa waktu lalu.

Kendati siput sudah terbilang oke, namun Candra mengaku bakal menambah modifikasi tunggangan kesayangannya dengan sedikit merubah bentuk pintu mobil.

"Karena ceper kesulitannya paling saat melintas ditanjakan karena akan bergoyang. Bagi saya nggak masalah, semakin tinggi goyang semakin asik. Karena serasa naik kuda saat di tanjakan," ujarnya. (*)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help