Awas Banyak Lubang di Jl SMB II Muaraenim

Hati-hati bagi pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) terutama di dalam kota Muaraenim tepatnya di Jl SMB II Muaraenim.

Awas Banyak Lubang di Jl SMB II Muaraenim
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Salah satu ruas jalan nasional di dalam kota Muaraenim yakni Jl SMB II Muaraenim, yang kondisinya rusak, bergelombang dan berlobang. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--- Hati-hati bagi pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) terutama di dalam kota Muaraenim tepatnya di Jl SMB II Muaraenim. Sebab banyak lobang menganga yang sering menjebak pengguna jalan sehingga sering terjadi kecelakaan, Minggu (19/3/2017).

Dari pengamatan di lapangan, Jalan Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Muaraenim dengan panjang sekitar 2,8 km, yang merupakan jalur utama lintas Sumatera tersebut, secara umum kondisinya sudah sangat memprihatinkan, sebab ratusan lobang dengan berbagai ukuran besar dan kecil serta dalam hampir menghiasi jalan tersebut.

Sehingga sering membuat kendaraan roda empat dan dua terjebak masuk ke dalam lobang. Bahkan tidak jarang membuat kendaraan rusak dan celaka hingga sampai menimbulkan korban jiwa baik karena terjebak lobang maupun akibat menghindari lobang.

Apalagi jika kendaraan berjalan pada malam hari dan hujan, banyak kendaraan yang terjebak terutama kendaraan yang jarang melintas di SMB II Muaraenim. Kerusakan ini, sudah cukup lama dan sangat dikeluhkan masyarakat.

Sedangkan perbaikan hanya tambal sulam saja sehingga tidak maksimal.

Menurut Abdi (35) warga Muaraenim, bahwa beberapa waktu yang lalu istrinya pernah terjatuh karena motornya masuk dalam lobang, padahal istrinya hampir setiap hari melintasi jalan tersebut antar jemput anaknya sekolah.

Ia heran, mengapa pemerintah dan instansi terkait seperti tidak peduli untuk memperbaikinya, padahal jalan tersebut merupakan jalan nasional dan terletak di dalam kota Muaraenim, yang sangat padat dilintasi oleh masyarakat terutama pada pagi dan sore hari.

"Jalan lain relatif mulus, hanya jalan ini yang kondisinya rusak. Ini tidak panjang, tapi sepertinya dibiarkan," ujarnya.

Hal senada dikatakan Ardi (40) warga Muaraenim, kalau lakalantas akibat tabrakan murni jarang terjadi, tetapi kalau akibat menghindari lobang atau terjebak lobang cukup sering.

Apalagi jika pada jam sibuk pada pagi hari dan sore selalu macet, biasanya kendaraan padat merayap dan ketika ada lobang sering terjebak sebab tidak bisa menghindar karena terlalu dekat.

"Itu angkutan batubara kapan di stop, tidak ada kontribusinya untuk rakyat, hanya menyenangkan pengusaha batubara dan segelintir orang saja. Kami rakyat hanya kebagian debu dan macet saja, bahkan nyawa taruhannya," tukasnya kesal.

Ketika dikonfirmasi ke Kadis PU BM Kabupaten Muaraenim Ir A Yani MT, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional V untuk memperbaiki jalan tersebut, sebab jalan SMB II Muaraenim tersebut adalah jalan nasional.

Rencananya akan dilakukan perbaikan pada tahun 2017 ini sepanjang 2,8 km mulai dari Jembatan Enim II sampai batas Kabupaten Lahat, dengan cara overlay yakni seluruhnya akan diaspal bukan tambal sulam lagi.

"Saya sudah telepon sekitar seminggu yang lalu. Mudah-mudahan dalam bulan ini, sudah mulai dikerjakan," ujar A Yani.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help