SriwijayaPost/

Wawako Palembang Mendongeng Ajak Siswa TK Jangan Buang Sampah Sembarangan

"Sebelum berdongeng mari kita nyanyi bersama lagu 'tik tik tik hujan'," ujar Wawako membuka obrolan dengan para siswa TK.

Wawako Palembang Mendongeng Ajak Siswa TK Jangan Buang Sampah Sembarangan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda SH mendongeng saat menghadiri Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2017 di Kantor Pelayanan Perusahaan Air Minum Adhya Tirta Sriwijaya (PAM ATS), Citra Grand City Palembang, Sabtu (18/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mengenakan baju gamis cokelat dipadu jilbab putih kekuning-kuningan, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda SH duduk di pinggir panggung menyapa 300 siswa Taman Kanak-kanak perwakilan Kecamatan Sukarami dan Alang-Alang Lebar menghadiri Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2017 di Kantor Pelayanan Perusahaan Air Minum Adhya Tirta Sriwijaya (PAM ATS), Citra Grand City Palembang, Sabtu (18/3/2017).

"Buat anak-anak ibu yang sudah cantik-cantik dan ganteng-ganteng dengarkan baik-baik ya! Sebelum berdongeng mari kita nyanyi bersama lagu 'tik tik tik hujan'," ujar Wawako membuka obrolan dengan para siswa TK.

Wwako yang biasa disapa Finda pun mendongeng tentang di suatu negeri yang memiliki daun-daun pohonnya lebat dan sungainya sangat terkenal yakni Sungai Musi.

"Ini adalah negeri kita, Kota Palembang. Anak-anakku tercinta pada suatu hari pernah disampaikan oleh salah seorang rajanya di Kota itu, air adalah sahabat manusia. Bila air tidak digunakan sebaik-baiknya maka manusia akan mendapatkan musibah. Dan pada hari itu tiba-tiba hujan turun. Duur..duur, turun. Dengan begitu lebatnya. Dengan begitu banyak petir dan angin sampai membasahi Kota Palembang. Kota yang kita cintai," tutur mantan Ketua Komisi 2 DPRD Kota Palembang.

Finda sempat menghentikan sejenak dongengnya dengan menyapa para siswa siapa yang kenal dengan Walikota Palembang agar tunjuk tangan. Finda pun memuji Nabil siswa berkuncir yang menyebutkan nama Harnojoyo.

Adik kandung mantan Walikota Palembang H Romi Herton SH MHum ini melanjutkan dongengnya.

"Dengan hujan lebat sekali banyak sampah bertebaran di Kota Palembang. Saat itu sampah dan air bisa bicara. Air kenapa saya selalu disalahkan kalau banjir. Wah banyak bungkus permen, chiki, kata sanpah tadi kepada air. Iya sampah saya juga disalahkan. Air hujan turun tersendat karena engkau sampah. Ibuibu rumahnya kebanjiran. Apa salah saya kan hanya turun. Padahal pesan pak Harnojoyo agar buang sampah di tempatnya. Tapi masih saja. Air menggenangi Palembang. Sehingga banjir. Pak RT bilang banjir, ayo kita bangun karena RT kita kebanjiran. Meluap kemana-mana. Di kota itu ada adik kita Fitri," ujar Finda.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Palembang ini pun menceritakan jika di dongeng itu Nabil berteman dengan Bu Fitri.

"Pak RT rumah saya kebanjiran. Baju buku saya kebanjiran. Iya Bu Fitri sesuai pesan Pak Harnojoyo agar jangan buang sembarangan. Mulai dari itu adik Nabil dan Fitri bertekad tidak membuang sampah sembarangan. Karena kesadaran warga Palembang semakin tinggi. Negerinya bersih tidak lagi kebanjiran," tutup Wawako mengakhiri dongengnya.

Pada pagi hari acara untuk anak-anak mendengarkan dongeng dari Wawako Palembang Fitrianti Agustinda dan pendongeng terkenal dari Kampung Dongeng Awam Prakoso.

Siangnya acara untuk 100 guru TK diajari teknik mendongeng oleh pendongeng Awam Prakoso. Turut hadir Plt Sekda Provinsi Sumsel Drs H Joko Imam Sentosa MM selaku Ketua Dewan Pengawas PT ATS, dan Dirut PT ATS H Mugiarto.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help