Tubuh Pengendara Motor Terpotong Dua di Rel KA, Hebohkan Warga Martapura

Belum diketahui secara pasti apakah babaranjang menyeret keduanya saat akan melintasi Rel KA atau keduanya terjatuh ketika akan melintasi rel KA.

Tubuh Pengendara Motor Terpotong Dua di Rel KA,  Hebohkan Warga Martapura
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Jenazah Bambang Sungkono, korban tabrakan KA Babaranjang yang tubuhnya putus sedang disambung kembali oleh pihak rumah sakit di OKU Timur Sumatera Selatan. 

SRIPOKU,COM, MARTAPURA – Warga sekitar desa Tanjungkemala, dan Kampung Sawah, Kecamatan Martapura, OKU Timur heboh setelah mendengar teriakan keras dan suara hantaman kereta api Babaranjang dari dua korban yang terseret kereta hingga meninggal dunia dengan badan terpotong dan kaki patah Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 18.30.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan menyebutkan, kecelakaan tersebut berawal ketika kedua korban yang merupakan kakak beradik masing-masing bernama Bambang Sungkono (32) dan adiknya Khusnul Khotimah (13) keduanya merupakan warga kampung sawah mengendarai sepeda motor  Jupiter MX tanpa Nomor Polisi (Nopol) menuju Desa Tanjungkemala dengan melintasi lorong yang melintasi Rel KA (jalan tikus).

Akibat kejadian tersebut, Bambang meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan tubuh terpotong menjadi dua dan sejumlah luka serius, sedangkan adiknya mengalami luka serius dibagian kepala, kaki patah dan sempat dirawat di salah satu klinik di Desa Kotabaru sebelum  dirujuk ke Kota Baturaja.

Kondisi jalan yang menanjak dan langsung bertemu rel diduga menjadi pemicu kecelakaan tersebut sehingga kedua korban tidak mengetahui ada kereta api yang datang dari arah Palembang menuju Lampung.

Belum diketahui secara pasti apakah babaranjang tersebut menyeret keduanya saat akan melintasi Rel KA atau keduanya terjatuh ketika akan melintasi rel KA.

“Tidak ada yang menyaksikan secara langsung kejadiannya karena memang di lokasi tersebut sepi dan bukan perlintasan. Dari arah kampung sawah menuju desa Tanjungkemala itu tanjakan yang cukup curam sehingga tidak terlihat kereta dari jauh. Kemungkinan keduanya berusaha melintas dan langsung dihantam oleh kereta,” ungkap salah satu saksi ketika di rumah sakit.

Kapolres OKU timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasat Lantas membenarkan adanya peristiwa naas tersebut, setelah dilakukan visum dan jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika akan melintasi Rel KA. Banyak pengendara sepeda motor yang tidak menyadari hal itu dan melintasi rel tanpa melihat ke kanan dan kekiri terlebih dahulu,” ungkap kasat lantas. 

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help