SriwijayaPost/

BREAKING NEWS: Jefri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Lantaran kalah jumlah, dikatakan Sani Badri, korban pun akhirnya melarikan diri hingga sampai ke lokasi tempat ditemukannya korban meninggal.

BREAKING NEWS: Jefri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYON
Jenazah korban Jefri saat dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jefri (35), ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Letkol Iskandar samping kiri depan Palembang Indah Mall tak jauh dari simpang 4 lampu merah Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Sabtu (18/3/2017) sekitar pukul 19.30 WIB.

Korban yang merupakan warga Rusun Blok 50 lantai 1 No 19 RT 01/1 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang itu, tewas setelah menderita luka beberapa tusukkan yang diduga menjadi korban pengeroyokan.

Menurut keterangan seorang keluarga korban, Sani Badri, ia tidak tahu persis kronologis yang menimpa korban. Namun, menurut informasinya yang ia peroleh, korban tewas setelah menjadi korban pengeroyokan.

"Awalnya korban ini dikeroyok oleh sekitar lima orang anak punk di Ramayana," jelasnya saat ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Lantaran kalah jumlah, dikatakan Sani Badri, korban pun akhirnya melarikan diri hingga sampai ke lokasi tempat ditemukannya korban meninggal.

"Korban ditusuk sebanyak lima tusukkan yang terdiri dari empat tusukkan di punggung belakang serta satu tusukkan di dada depan," terangnya.

Masih dikatakan Sani Badri, korban merupakan seorang duda yang sudah bercerai dengan istrinya yang saat ini sudah pulang ke Jawa.

"Dia di sini sendiri, orangtuanya ada di Batam tapi besok pagi akan ke sini. Dan rencananya, korban akan dimakamkan di TPU Puncak Sekuning Palembang, besok," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsekta Ilir Barat I Palembang, Kompol Handoko Sanjaya, mengatakan, mendapat laporan tersebut, pihaknya pun langsung mendatangi lokasi penemuan.

"Saat tiba di lokasi, korban ditemukan sudah meninggal dan selanjutnya, korban pun kita bawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan," jelasnya.

Masih dikatakannya Handoko, saat ini pihaknya masih mendalami motif dari kejadian tersebut.

Penulis: Sugih Mulyono
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help