SriwijayaPost/

Presdir Baru Honda Indonesia: Saya Merasa Berada di Bawah Tekanan yang Cukup Tinggi

Pada Februari lalu, saya dikabarkan untuk menjadi presdir di Indonesia dan saat itu saya kaget (berakting seperti orang tecekik).

Presdir Baru Honda Indonesia: Saya Merasa Berada di Bawah Tekanan yang Cukup Tinggi
Ghulam/KompasOtomotif
Takehiro Watanabe, Presiden Diektur baru PT Honda Prospect Motor (Honda Indonesia). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi mengganti pucuk pimpinannya di Indonesia, setelah dipegang Tomoki Uchida, sejak 2011 lalu.

Uchida akan kembali ke Jepang, dan bakal menangani urusan pengembangan produk Honda seluruh dunia.

Menyempatkan berbincang dengan presiden direktur baru, Takehiro Watanabe, dirinya menceritakan ketika pertama kali diperintahkan pimpin Honda di Indonesia.

“Kaget” adalah ekspresi yang ditunjukkannya ketika surat penugasan tersebut sampai kepadanya pada 21 Februari 2017.

“Pada Februari lalu, saya dikabarkan untuk menjadi presdir di Indonesia dan saat itu saya kaget (berakting seperti orang tecekik). Seperti saya katakan, di sini sangat panas kompetisi industri otomotifnya, dan saya akan membuatnya tetap ‘hot’,” ujar Watanabe, Kamis (16/3/2017).

Selain kaget, pria yang menginjak usia 55 tahun ini juga mengaku merasakan tekanan hebat, dan beban yang terasa bertambah berat.

Selain karena pasar yang cukup berbeda, dibanding dengan tempat sebelumnya, Honda di Indonesia punya segudang prestasi yang harus dipertahankan, selama lima tahun dipimpin Uchida.

“Saya merasa berada di bawah tekanan yang cukup tinggi, karena Uchida telah bekerja dengan sangat baik, dan membuat Honda sangat kuat di Indonesia. Jadi tekanan dan tanggung jawab di bahu saya sangat besar,” tutur Watanabe.

Menjalani 26 tahun bersama Honda, beragam tanggung jawab diemban Watanabe, mulai dari urusan logistik, produksi, penjualan, operasi luar negeri, sampai ke pengembangan produk. Wilayah yang pernah menjadi tempat penugasannya yaitu Amerika Serikat dan Meksiko.

“Saya pikir Meksiko dan Amerika berdasarkan pengalaman sangat berbeda dengan di sini. Indonesia pasar yang khusus, dan sangat 'panas' di Asia. Jadi mulai sekarang saya harus berpikir keras. Kalau saya bisa bekerja baik, pasti akan tinggal lama di sini,” tutur Watanabe.

Saat ini, Watanabe masih mengaku belum bisa berbicara mengenai strategi, terobosan dan langkah-langkahnya untuk Indonesia.

Dirinya masih harus terlebih dahulu pulang ke Jepang dan kembali lagi pada April nanti, dan mengawal Honda di pameran Indonesia International Motors Show (IIMS) 2017 pertamanya di sini.

"Saya belum yakin, karena strategi saya, baru akan muncul nanti. Paling tidak saya bisa mempertahankan prestasi Honda di Indonesia," ujar Watanabe.

Penulis : Ghulam Muhammad Nayazri

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help