SriwijayaPost/

Mareta tak Henti-Hentinya Menangis di Hadapan Polisi. Jari Anaknya Nyaris Putus

Namun sepertinya derita ibu rumah tangga yang malang ini sudah terlalu berat hingga ia melampiaskannya dengan deraian air mata.

Mareta tak Henti-Hentinya Menangis di Hadapan Polisi. Jari Anaknya Nyaris Putus
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Mareta melapor ke Polresta Palembang, karena dibacok suaminya sendiri, Jumat (17/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Mareta Sari (22) tak henti-hentinya menangis dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang, Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 10.30.

Sudah berapa kali petugas memintanya untuk menenangkan diri.

Namun sepertinya derita ibu rumah tangga yang malang ini sudah terlalu berat hingga ia melampiaskannya dengan deraian air mata.

Sambil menggendong anakanya Suci Permata Sari (2), warga Rumah Dusun Blok 14 Lantai IV RT 37 Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil ini menjelaskan perihal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, Erwin (25).

Kejadian penganiayaan yang dialaminya bermula saat dirinya mengajak
suaminya pulang, karena sang suami sedang mabuk di luar rumah, Kamis
(16/3/2017) sekitar pukul 19.30.

Bukannya menurut, namun Erwin saat itu malah marah-marah dan melempari istrinya dengan batu.

Akibatnya kepala korban pun robek dan mengeluarkan darah.

Tidak sampai disitu, rambut korban lalu dijambak dan korban diseret oleh pelaku hingga anaknya Suci terlepas dari gendongan.

Setibanya di rumah pelaku kembali menyiksa korban dengan cara menggigit punggung dan menonjok muka hingga luka lebam.

"Setelah itu dia ambil golok pak, dia arahkan ke saya dan mengenai bagian belakang kepala saya," ungkap Mareta sambil memperlihatkan luka robek dibagian kepalanya.

Bahkan sang anak pun kut terluka di bagian jari tangan sebelah kirinya nyaris putus, akibat terkena sabetan golok dari sang ayah.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede melalui Ka SPK, Ipda Dennie mengatakan laporan korban sudah diterima dan akan diteruskan ke Unit Reskrim. (*).

Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help