SriwijayaPost/

Kafe Bugil Pertama Dibuka di Pulau Tenerife Spanyol

Kafe dengan ide 'nyeleneh' ini berhasil meraih popularitas karena tidak ada pebisnis restoran seberani para pemilik

Kafe Bugil Pertama Dibuka di Pulau Tenerife Spanyol
innatotenerife.com
Innato Tenerife, kafe di Spanyol yang hanya memperbolehkan pengunjungnya masuk jika mereka mau menikmati santapan dalam keadaan bugil. 

SRIPOKU.COM - Tidak bisa dipungkiri, bisnis adalah soal persaingan. Pebisnis bersaing untuk meraih posisi atas dalam pemasaran bisnisnya. Misalnya bisnis kuliner khususnya kafe. Masing-masing pengusaha kafe menawarkan berbagai konsep dan sajian makanan atau minuman beragam.

Ada kafe yang menawarkan konsep tempat yang tidak bisa didatangi oleh sembarang pengunjung. Ada pula yang menawarkan makanan dengan tampilan atau resep tertentu. Semuanya bersaing untuk menarik perhatian konsumen.

Bold Sky memberi contoh kafe yang berkompetisi nekat demi persaingan bisnis kuliner. Konsepnya unik, aneh dan, bagi beberapa orang mungkin dianggap konyol. Kafe itu adalah Innato Tenerife. Kafe di Spanyol ini hanya memperbolehkan pengunjungnya masuk selama mereka bugil.

Kafe dengan ide 'nyeleneh' ini berhasil meraih popularitas karena tidak ada pebisnis restoran seberani para pemilik

Ingin tahu seperti apa suasana kafe ini? Berikut adalah beberapa daya penarik restoran yang membanggakan sebagai restoran bugil satu-satunya di pulau Tenerife itu

Sambutan Unik bagi Pengunjung

Ketika mengunjungi kafe, pengunjung diminta untuk berganti pakaian dengan mantel mandi yang disediakan. Mereka kemudian dibawa ke area dengan sejumlah hiburan seksi. Setelah puas, pengunjung pun diantar menuju ruang makan dan diminta untuk menanggalkan mantel mandinya.

Makan di atas Tubuh Telanjang

Pengunjung makan dengan tubuh telanjang. Yang lebih ekstrim lagi, mereka juga bisa menikmati makanan yang tersaji di atas tubuh pelayan kafe pilihan mereka. Mungkin hal ini mengingatkan soal istilah nyotamori atau makan sushi di atas tubuh telanjang wanita. Di kafe ini, makanan penutup pun bisa diperlakukan sama. Uniknya, kafe menawarkan pengunjung untuk mencicipi coklat yang menutupi tubuh salah satu pelayan.

Tak Boleh Ada Ponsel

Jangan harap pengunjung bisa dengan bebas mengabadikan momen-momen gila di kafe ini dengan ponsel mereka. Ponsel harus ditinggalkan di luar. Hal ini demi menjaga privasi dan tak perlu ada kekhawatiran kalau foto mereka bisa tersebar. Sebenarnya mengambil foto diperbolehkan, tapi hanya untuk keperluan promosi.

Penjaga di Pintu Depan

Privasi jadi hal yang paling dijaga di sini. Penjaga ditempatkan di pintu depan untuk memastikan semua pengunjung benar-benar mengikuti aturan main kafe. (SYS)

Editor: Budi Darmawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help