SriwijayaPost/

SFC Update

Haris : Marquee Player Itu Tidak Adil, PSSI Harus Bijak

Marque Player itu tidak adil. Tidak semua klub mampu. Harusnya PSSI bijak.

Haris : Marquee Player Itu Tidak Adil, PSSI Harus Bijak
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Achmad Haris, Sekretaris SFC. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jalan terjal sepertinya dilalui oleh Thiery Gathuesi dan Mauricio Leal untuk kembali ke Laskar Wong Kito. Lantaran dalam rapat PSSI terakhir di Makostrad Jakarta, PSSI menetapkan regulasi pemain asing berubah menjadi 2 pemain asing ditambah 1 pemain asia dan ditambah 1 'Marque Player' (pemain bintang dunia). Artinya tambahan satu pemain lagi harus pemain setingkat dunia yang diharapkan dapat mendongkrak Liga 1 Indonesia dimata dunia.

Sekretaris tim SFC, Achmad Haris, mengatakan jika Marque Player tidak adil untuk semua klub di Indonesia. Menurutnya, tidak semua klub bisa mendatangkan pemain kelas dunia ke klubnya.

"Marque Player itu tidak adil. Tidak semua klub mampu. Harusnya PSSI bijak. Bagi klub yang tidak sanggup boleh mendatangkan pemain asing lain," ucapnya, Kamis (16/3/2017)

Hadirnya wacana baru ini dirasa cukup janggal. Setelah hebohnya Persib Bandung mendatangkan Eissen ke Maung Bandung, lantas langsung menjadi regulasi yang ditetapkan PSSI.

Dikatakan Haris, ia berharap PSSI dapat meninjau ulang regulasi itu untuk diterapkan kepada 18 klub peserta Liga 1. Tidak semua klub mampu secara finansial mendatangkan pemain dengan bayaran selangit.

"Tinjau ulang, apakah ini bijak," tegasnya

Sementara itu, Faisal Mursyid sebagai wakil Presiden SFC mengatakan jika wacana adanya tambahan satu pemain Marque Player disampaikan dalam rapat yang dipimpin langsung Ketum PSSI, Eddy Rahmayadi. Menurut Faisal, hadirnya wacana tersebut karena untuk meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia di kancah dunia.

"Beberapa klub menolak hal tersebut, dan kami juga akan menyampaikan usulan jika bagi klub yang tak sanggup bisa tetap menggunakan 3+1," harapnya.

Penulis: Candra Okta Della
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help