Dua WNI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi

Dua WNI tersebut diancam hukuman mati atas tuduhan pembunuhan dan melakukan praktik sihir.

Dua WNI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Pemerintah melalui Konsulat Jenderal RI Jeddah dan Kedutaan Besar RI Riyadh berhasil membebaskan dua warga negara Indonesia dari hukuman mati di Arab Saudi.

Pembebasan hukuman mati ini keluar setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud kunjungi Indonesia.

 Dua WNI tersebut diancam hukuman mati atas tuduhan pembunuhan dan melakukan praktik sihir.

"Upaya pembebasan dilakukan oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah dan Kedutaan Besar RI di Riyadh," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Iqbal Lalu Muhammad dalam keterangan tertulis, Kamis (16/3).

Dua WNI yang terbebas dari hukuman adalah Masamah binti Raswa Sanusi dan Mimin binti Samtari.

Masamah dibebaskan Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah pada 13 Maret lalu. Wanita asal Cirebon ini diancam hukuman mati qisas atas tuduhan membunuh anak berusia 11 tahun.

Kasus pembunuhan yang terjadi pada 2009 lalu ini disidang di Pengadilan Tabuk, sekitar 1000 km dari Jeddah. Korban pembunuhan merupakan anak dari majikan Masamah.

Iqbal mengatakan, sidang pada 13 Maret lalu semula untuk membacakan vonis. Namun hakim menunda untuk kembali mendengarkan keterangan para saksi.

Penundaan ini dimanfaatkan oleh Tim Perlindungan WNI untuk melakukan pendekatan kepada ayah korban agar memaafkan Masamah.

Upaya tersebut berhasil. Orang tua korban memberikan pernyataan di depan hakim bahwa dirinya memaafkan Masamah tanpa syarat dan tanpa permintaan maaf sekalipun.

"Dalam kasus hukuman mati qishas yang bisa memaafkan hanya ahli waris korban. Kami harus persisten mengetuk hati ayah korban. Itulah yang kami lakukan sekian lama. Alhamdulillah ada hasilnya," kata pejabat konsuler KJRI Jeddah Rahmat Aming.

Halaman
12
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help