SriwijayaPost/
Home »

News

» Jakarta

Tersangka Pengelola Grup Facebook Pedofil Ini Terima Pesanan Konsep Pornografi

Wawan diketahui pernah mencabuli dua anak perempuan yakni NNF (12) dan YAM (8). Sementara itu, DF mengaku pernah mencabuli enam orang anak pada 2011.

Tersangka Pengelola Grup Facebook Pedofil Ini Terima Pesanan Konsep Pornografi
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Rilis kasus pornografi anak di Facebook dengan empat orang tersangka yang ditangkap, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/3/2017). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat tersangka pencabulan dan pornografi anak melalui grup Facebook Official Loli Candy's 18+ diketahui sebagai administrator dan penerima pesanan konsep pornografi tertentu.

"Mereka menerima permintaan atau order tentang konsep-konsep pornografi tertentu," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Akhmad Yusep, Kamis (16/3/2017).

Keempatnya adalah Wawan (27) selaku pembuat akun Facebook, perempuan berinsial SHDW (16) yang membantu Wawan mengelola grup, serta DS (24), dan DF (17) yang juga merupakan admin.

Menurut Akhmad, dalam aksinya, para tersangka yang dibekuk ini mencabuli anak-anak kecil dengan memerankan gambaran tertentu.

Pesanan berasal dari member maupun kenalan dari grup Facebook lainnya.

Selain terhubung dalam grup Official Loli Candy's 18+, para pelaku juga terhubung dengan pedofil lainnya di berbagai belahan dunia, khususnya di Amerika Latin dan Amerika Serikat.

"Akun Facebook sebelumnya ada 12 akun, di antaranya ada satu akun adalah lokal Indonesia, saat ini kita upaya koordinasi dalam penangannya karena bersifat internasional 11 akun tersebut," ujar Akhmad.

Adapun Wawan diketahui pernah mencabuli dua anak perempuan yakni NNF (12) dan YAM (8).

Sementara itu, DF mengaku pernah mencabuli enam orang anak pada 2011.

Dua di antaranya merupakan keponakannya, sedangkan sisanya adalah tetangganya yang berusia antara 3 hingga 8 tahun.

Mereka membagikan dokumentasi pencabulan mereka di Facebook dan WhatsApp.

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help