SriwijayaPost/

Satu Keluarga Termasuk Kakek dan Nenek Menjadi Korban Ledakan Kompor Gas

Satu keluarga menjadi korban dari ledakan kompor gas hingga mengalami luka bakar 50 persen keatas.

Satu Keluarga Termasuk Kakek dan Nenek Menjadi Korban Ledakan Kompor Gas
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
dr Tejo Kuncoro yang merupakan dr jaga IGD RS RK Charitas Palembang saat memeriksa keempat korban ledakan kompor gas. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Satu keluarga yang terdiri dari kakek, Jaka (60), nenek, Nur Nayati (50) dan ibu, Nur Lela (28) serta seorang anak, Haikal (6), Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 04.30, menjadi korban ledakan dari sebuah kompor gas yang akan digunakan untuk memasak siomay.

Akibat kejadian tersebut, satu keluarga yang tinggal di Jalan Letkol Iskandar Lorong Sekolah RT 07/2 No 189 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang itu pun mengalami luka bakar rata-rata di atas 50 persen hingga harus dilarikan ke IGD RS RK Charitas Palembang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Berdasarkan pantauan Sripoku.com di IGD RS RK Charitas Palembang, korban Nurlela yang mengalami luka bakar paling parah yakni hingga sebanyak 80 persen di bagian belakang tubuh, dada, kedua kaki, muka dan kedua tangan.

Sedangkan, korban Jaka mengalami luka bakar 45 persen diantaranya di bagian leher, kedua tangan, kedua kaki dan sebagian paha.

Kemudian korban Nurhayati mengalami luka bakar sebanyak 68 persen diantaranya di bagian dada ke atas, muka dan kedua kaki.

Sementara korban Haikal mengalami luka bakar sebanyak 39 persen diantaranya di tangan, muka dan kedua kaki.

Menurut keterangan dr Tejo Kuncoro selaku dokter jaga IGD RS RK Charitas Palembang, rata-rata korban mengalami luka bakar di atas 50 persen namun untuk saat ini kondisinya sudah stabil sehingga akan dipindahkan ke ruang rawat inap di Paviliun Lucas terkecuali korban Nur Lela yang akan dipindahkan ke ruang ICU.

"Untuk korban Nur Lela memang mengalami luka bakar yang paling parah hingga mencapai 80 persen, karena itu akan kita pindahkan ke Ruang ICU. Dan keempatnya sudah ditangani dokter ahli bedah plastik," jelasnya saat ditemui di IGD RS RK Charitas Palembang.

Sementara itu, seorang keluarga korban yang ikut menunggu dan menjaga, Dewi (23), mengatakan, pihak keluarga baru mendapatkan informasi kejadian dari salah satu keluarga yang menyatakan bahwa telah terjadi kompor meledak di rumah Jaka.

"Kita tahunya sudah dirawat di sini, IGD RS RK Charitas Palembang dan kami langsung ke sini. Untuk kronologisnya kami kurang tahu," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede, menjelaskan, kronologis kejadian tersebut berwal saat para korban hendak memasak siomai dagangan pada pukul 04.30.

"Saat seorang korban hendak menghidupkan kompor, kompor langsung meledak hingga mengenai para korban yang ada dan langsung keluar," ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, dikatakan Marully, keempat korban langsung dibawa ke RS RK Charitas Palembang.

Untuk sementara korban yang dibawa mengalami luka bakar di seluruh tubuh dan belum bisa diambil keterangan dan masih dilakukan perawatan intensif.

"Kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi," terangnya. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help