Kegiatan Undian Berhadiah Harus Kantongi Izin Dinsos. Kalau tidak Ini Risikonya

Jangan sampai kegiatan berhadiah undian menjadi sarana untuk memancing publik supaya tertarik terhadap produk atau jasa lainnya yang ditawarkan.

Kegiatan Undian Berhadiah Harus Kantongi Izin Dinsos. Kalau tidak Ini Risikonya
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda, memberikan imbauan kepada para pengusaha di Hotel Princes Palembang, Kamis (16/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Untuk meminimalisir aksi penipuan dengan modus undian gratis berhadiah, Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel melakukan sosialisasi UU Nomor 22 tahun 1954 tentang undian berhadiah kepada para pengusaha dan instansi pemerintah serta BUMN dan BUMD di Hotel Princes Komplek Ilir Barat Permai Palembang, Kamis (16/3/2017).

Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda, mengatakan, pemilik usaha ataupun instansi lainnya setiap kali menggelar acara bagi-bagi hadiah dengan cara diundi secara gratis harus mendapatkan izin dari kementerian sosial dalam hal ini dinas sosial.

Hal ini menurut Belman, supaya kegiatan tersebut bisa dikontrol untuk menghindarkan dari aksi penipuan.

"Untuk menjaga ketertiban supaya teratur jangan ada pembohongan publik," katanya.

Belman mengatakan, jika kegiatan tertentu yang melakukan undian gratis berhadiah tidak memiliki izin maka sesuai dengan regulasi yang diatur oleh UU tersebut, kegiatan itu bisa dibubarkan.

"Sanksinya bisa kita katakan dugaan penipuan," katanya.

Jangan sampai kegiatan berhadiah undian menjadi sarana untuk memancing publik supaya tertarik terhadap produk atau jasa lainnya yang ditawarkan.

Namun setelahnya tak ada kegiatan pembagian hadiah tersebut. Maka itu termasuk kategori penipuan.

"Kita bisa menggandeng pihak kepolisian untuk menindak kegiatan yang terindikasi penipuan," katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help