SriwijayaPost/

Kasus Pembunuhan di Kebun Ubi: Sebelum Dibunuh, Hendra Diajak Nyabu oleh Tersangka

Yang pertama kali mengkonsumsi sabu-sabu tersangka Rudi, kemudian diserahkan kepada korban Alan.

Kasus Pembunuhan di Kebun Ubi: Sebelum Dibunuh, Hendra Diajak Nyabu oleh Tersangka
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Rekonstruksi kasus pembunuhan Hendra Alan Nuari dengan tersangka Rudi Setiawan dan Maryadi di kebun Ubi Desa Lingot, Kecamatan Martaputa OKU Timur, Kamis (16/3/2017). 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kasus pembunuhan di kebun ubi Desa Lingot, Kecamatan Martapura, OKU Timur, direkonstruksi, Kamis (16/3/2017).

Dalam salah satu adegan, tersangka Rudi Setiawan dan Maryadi terlebih dahulu mengajak korban Hendra Alan Nuari mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di samping mobil korban sebelum membunuh korban.

Pelaku dan korban bergantian mengkonsumsi sabu-sabu.

Bahkan sebelum dibunuh, korban sempat meminta salah satu pelaku untuk membakar sabu-sabu untuknya.

"Yang pertama kali mengkonsumsi sabu-sabu tersangka Rudi, kemudian diserahkan kepada korban Alan. Sedangkan tersangka Maryadi berdiri di belakang korban sambil menyaksikan keduanya mengkonsumsi sabu-sabu. Ketika korban meminta pelaku membakarkan sabu-sabu, tersangka Maryadi yang berdiri di belakangnya melepaskan tali tas dan menjerat leher korban," ungkap penyidik dalam rekonstruksi tersebut.

Korban sempat memberikan perlawanan kepada pelaku dengan cara menyikut perut pelaku.

Melihat pelaku lainnya diserang korban, Maryadi kemudian membantu dengan cara menarik tali tas lainnya dan menginjak punggung korban sekitar 10 menit hingga meninggal dunia.

"Kemudian keduanya menyeret korban yang sudah meninggal dunia ke perkebunan ubi dan mengambil mobil korban," kata penyidik.

Mayat korban Alan Nuari ditemukan warga di perkebunan ubi dalam kondisi meninggal dunia dengan leher terjerat pada Minggu (18/12/2016).

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi kedua pelaku kemudian berhasil ditangkap di wilayah Lampung. Sedangkan mobil korban diakui tersangka sudah dijual.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help