Dua Warga OKU Selatan Ini Pasok Senjata Api Rakitan ke Terduga Teroris Abu Faisal

Peran kedua tersangka yakni memasok senjata api rakitan jenis revolver kepada terduga teroris Abu Faisal yang kini masih diburu Densus 88.

Dua Warga OKU Selatan Ini Pasok Senjata Api Rakitan ke Terduga Teroris Abu Faisal
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat gelar tersangka terduga teroris Candra Indo dan Tembel di Polda Sumsel, Kamis (16/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Berawal dari penangkapan yang dilakukan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri pada 2016 lalu di Muaradua Kabupaten OKU Selatan terhadap tersangka Asep dan Bram yang merupakan jaringan terduga teroris Abu Faisal, Polda Sumsel terus melakukan pengembangan.

Tak sia-sia, dari pengembangan yang dilakukan Polda Sumsel melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bersama Polres OKU Selatan, Rabu (15/3/2017) sekitar pukul 20.00, akhirnya berhasil mengamankan dua tersangka terduga jaringan teroris lainnya.

Keduanya yakni Edi Waluyo alias Tembel (39) warga Dusun III Desa Rantau Panjang Kecamataan Buay Rawan dan Rahmat Candra alias Candra Indo (41) warga Pasar Ilir Kelurahan Pasar Muaradua Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan yang berhasil diamankan di rumahnya masing-masing.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo didampingi Kasubdit III/Jatanras, AKBP Hans Rahmatullah Irawan, menjelaskan, kedua tersangka ditangkap terkait bom bunuh diri yang terjadi di Polres Surakarta beberapa waktu lalu.

Adapun peran kedua tersangka yakni memasok senjata api rakitan jenis revolver kepada terduga teroris Abu Faisal yang kini masih diburu Densus 88.

"Kedua tersangka yang kita tangkap ini merupakan pengembangan dari ditangkapnya tersangka Asep dan Bram oleh Densus 88 pada tahun 2016 lalu di Muaradua. Dari keterangan Asep dan Bram inilah diketahui jika kedua tersangka yang baru kita tangkap ini terlibat sehingga kita melakukan penangkapan," jelasnya saat gelar tersangka di Polda Sumsel, Kamis (16/3/2017).

Tersangka Tembel dan Candra Indo, dikatakan Prasetijo, bertugas membelikan empat senjata api rakitan di kawasan OKU Timur seharga Rp 10 juta yang selanjutnya diberikan kepada Asep dan Bram yang kembali diserahkan kepada Abu Faisal lalu diserahkan kepada terduga pelaku bom bunuh diri di Polresta Surakarta, Nur Rohman.

"Awalnya Abu Faisal ke OKU Selatan untuk membeli senjata api hingga kemudian bertemu tersangka Asep dan Bram. Dari pertemuan itulah, kemudian Asep mengenalkan Abu Faisal kepada tersangka Tembel dan Candra Indo ini," terangnya.

Setelah bertemu dan berkenalan tersebut, dikatakan Prasetijo, kemudian Abu Faisal pun memberikan uang Rp 10 juta kepada terduga tersangka teroris Tembel dan Candra Indo untuk mencari dan membelikan senjata api.

"Keduanya ini mencari dan membeli senjata api tersebut dengan berangkat dari OKU Selatan menuju ke OKU Timur, jadi mereka berdua membelinya di sana, OKU Timur yang diketahui I wilayah tersebut banyak memproduksi senjata api rakitan," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help