SriwijayaPost/

2,18 Kilogram Sabu dan 4.482 butir Ekstasi Dimusnahkan

"Sekarang ini narkoba tidak hanya menyasar di perkotaan saja tapi sudah masuk ke desa bahkan desa terpencil juga.

2,18 Kilogram Sabu dan 4.482 butir Ekstasi Dimusnahkan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan pihak terkait saat melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Sumsel, Kamis (16/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Barang bukti narkoba berupa sabu sebanyak 2,18 kilogram dan 4.482 butir pil ekstasi serta 96,9 gram ganja yang merupakan hasil ungkap kasus Polda Sumsel dan jajaran periode Januari - Maret 2017, Kamis (16/3/2017), dimusahakan di halaman Polda Sumsel.

Selain memusnahkan narkoba, dalam pemusnahan yang dihadiri dan disaksikan beberapa tamu undangan tersebut juga turut dimusnahkan barang bukti obat-obatan sebanyak 326 kotak obat-obat ilegal dan kosmetik palsu.

Pemusnahan barang bukti yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto tersebut dilakukan dengan dua cara. Pertama dilakukan dengan cara membelender narkoba lalu hasilnya dibuang ke toilet dan kedua, dengan cara membakar obat-obatan dan kosmetik.

Ditemui usai acara pemusnahan barang bukti tersebut, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, pengungkapan ini merupakan giat ungkap kasus sejak awal tahun hingga sekarang.

Dari sebanyak ini, barang bukti yang sudah mendapat penetapan status dari Kejari Palembang dan Kejari Banyuasin yakni 1,25 kilogram sabu dan 3.986 butir pil ekstasi.

"Dalam upaya penanganan penyebaran narkoba ini, kita sudah petakan daerah mana saja yang menjadi wilayah pasokan narkoba ini. Karena sebagian besar daerah-daerah di Sumsel merupakan pintu perlintasan narkoba," jelasnya.

Masih dikatakan Agung, semua pihak baik mulai dari masyarakat tingkat desa maupun pemerintah daerah harus ikut serta dalam pemberantasan peredaran narkoba.

"Sekarang ini narkoba tidak hanya menyasar di perkotaan saja tapi sudah masuk ke desa bahkan desa terpencil juga. Karena itu peran serta masyarakat sangatlah penting untuk memberantasnya," terangnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, mengatakan, berdasarkan hasil analisa pihaknya, barang bukti narkoba tersebut rata-rata berasal dari negara Malaysia yang masuk dari jalur Sumatera Utara, Aceh, dan Kepulauan Riau.

"Sumsel merupakan jalur lintas peredaran narkoba dan kalau di Sumsel, daerah yang banyak diungkap kasus narkoba yakni di Palembang, OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas dan OKU termasuk Pali," jelasnya.

Untuk menghindari dan mengelabui petugas, dikatakan Tommy, berbagai cara dan modus pun dilakukan para pengedar narkoba yang diantaranya dilakukan dengan modus mengemasnya dalam bentuk paket kecil dan distribusi melalui jalur darat berupa bus.

"Untuk ungkap kasus peredaran narkoba ini juga disimpulkan bahwa rata-rata pengedar dan pemasok narkoba melalui buruh dan petani. Dan Polda Sumsel juga berkomitmen dalam penanganan narkoba," terangnya. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help