Kadis Pertanian OKU Timur Himbau Petani untuk Menghindari Varietas Ciherang

Petani dihimbau untuk menghindari varietas Ciherang karena cukup rentan dengan serangan hama penyakit.

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur Ir Ruzuan Effendi optimis hasil produksi pertanian di OKU Timur tahun 2017 tidak mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya kendati banyak petani yang mengeluhkan adanya serangan hama yang menyebabkan gagal panen.

Demikian diungkapkan Ruzuan ketika dikonfirmasi Selasa (15/3).

Menurut Ruzuan, para petani yang tanaman padinya terserang hama biasanya langsung melakukan penanaman sehingga penurunan hasil produksi bisa diminimalisir.

Selain itu peningkatan luas tanam di OKU Timur akhir tahun 2016 cukup signifikan sehingga hasil pertanian tahun 2017 kemungkinan akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya meskipun ada sebagian lahan yang terserang hama penyakit.

“Berdasarkan laporan dari Petugas Organisme Penganggu Tanaman (PPOT) dari total luas sasaran tanam pada priode Oktober 2016 hingga Maret 2017 seluas 95 Ribu Hektare (Ha), hanya sekitar satu persen saja yang terkena serangan hama dan mengalami gagal panen,” jelasnya.

Dikatakan Ruzuan, salah satu penyebab tanaman padi petani mengalami kerdil disebabkan oleh serangan virus dengan vektor yang berasal dari hama wereng.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada petani untuk selalu meninjau tanaman yang ada secara berkala sehingga setiap ada gejala hama bisa diantisipasi sebelum menyebar ke tanaman yang lainnya.

“Varietas tanaman juga berpengaruh terhadap serangan hama. Ada varietas yang rentan  dan tahan terhadap serangan hama. Jadi petani disarankan untuk mengganti varietas secara berkala dan varietas yang tahan terhadap serangan hama penyakit seperti varietas mengongga, Ciliwung, Infari,” katanya.

Untuk varietas ciherang kata dia, petani dihimbau untuk menghindarinya karena varietas tersebut cukup rentan dengan serangan hama penyakit. Dia juga menyarankan petani untuk selalu menggunakan benih padi berlabel dan bukan benih hasil buatan sendiri yang merupakan keturunan.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help