SriwijayaPost/
Home »

Bisnis

» Makro

Februari 2017, Produksi Minyak OPEC Dipangkas

Ofganisasi Negara-negafa Pengekspor Minyak (OPEC) melaporkan penurunan produksi pada bulan Februari 2017. Ini sejalan dengan berlanjutnya upaya Arab S

Februari 2017, Produksi Minyak OPEC Dipangkas
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, NEW YORK - Ofganisasi Negara-negafa Pengekspor Minyak (OPEC) melaporkan penurunan produksi pada bulan Februari 2017. Ini sejalan dengan berlanjutnya upaya Arab Saudi untuk mengompensasi bagi anggota lain yang belum mencapai janji pemangkasan produksi.

Berita Lainnya:  Banjir Stok, Harga Minyak Jatuh ke 54,01 Dollar AS

Mengutip CNBC, Rabu (15/3/2017), dalam laporan bulanannya OPEC menyinggung masalah peningkatan inventori minyak global dan pasokan minyak AS. OPEC juga menaikkan proyeksi untuk produksi minyak non-OPEC untuk tahun 2017.

Secara keseluruhan, produksi minyak OPEC mencapai 31,96 juta barrel per hari pada Februari 2017. Angka ini turun dibandingkan 32,1 juta barrel per hari pada Januari 2017.

Produksi anggota yang berkomitmen memangkas produksi mencapai 29,7 juta barrel per hari pada Februari 2017, turun tipis dibandingkan 29,9 juta barrel per hari pada Januari 2017.

"Kepatuhan yang tinggi dengan penyesuaian pasokan oleh OPEC dan beberapa produsen non-OPEC mendukung peningkatan indeks minyak mentah pada Februari," tulis OPEC dalam laporannya.

Iran diizinkan meningkatkan produksinya ke level tertentu. Data per Februari 2017 menunjukkan produksi minyak Iran mencapai sekitar 17.000 barrel per hari. Adapun Irak dan Uni Emirat Arab masing-masing memproduksi 63.000 dan 51.000 barrel per hari.

Arab Saudi masih memegang rekor penurunan produksi terbanyak di antara negara-negara OPEC, yakni kuota 10,01 juta barrel per hari. Adapun produksi minyak Arab Saudi dilaporkan 9,8 juta barrel per hari pada Februari 2017.

OPEC pun menaikkan proyeksi permintaan minyak pada tahun 2017 sebanyak 70.000 barrel per hari. Pertimbangannya adalah negara-negara maju Eropa dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik akan mengonsumsi lebih banyak minyak mentah dibandingkan sebelumnya.

OPEC memperkirakan permintaan minyak secara rerata akan mencapai 96,31 juta barrel per hari pada tahun ini.

Selain itu, pasokan minyak non-OPEC diprediksi naik 160.000 barrel per hari tahun ini, didorong membaiknya outlook minyak Kanada dan AS.

"Tampaknya perbaikan pasokan minyak kembali memperoleh momentumnya di pasar minyak dunia, distimulasi oleh naiknya harga secara gradual dan perbaikan efisiensi pengeboran dan produktivitas sumur di Amerika Utara," tulis OPEC.

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help