Telantarkan Ibu Bermata Picek, Si Anak Menyesal Usai Baca Surat Wasiat Ibunya. Ternyata Mata Itu

“Untuk sekali lagi, ibu jangan coba-coba untuk datang kesini demi menjengukku. Karena kamu telah membuat anak-anakku menangis”.

Telantarkan Ibu Bermata Picek, Si Anak Menyesal Usai Baca Surat Wasiat Ibunya. Ternyata Mata Itu
yprindonesia.files.wordpress.com
ilustrasi nenek 

SRIPOKU.COM --- Setiap orang di dunia ini pasti memiliki ibu. Sebagian besar tentu menganggap ibunya sebagai sosok yang menjadi panutan. 

Seorang ibu adalah sosok yang sangat mulia dalam kehidupan ini. Kesakitan yang dialaminya demi melahirkan kita ke dunia ini sungguh tidak dapat terbalaskan.

Seorang ibu pun senantiasa berperan besar dalam perkembangan anak-anaknya. Mengemban tugas dan tanggung jawab yang teramat besar demi memberikan yang terbaik bagi sang buah hati.

Ibu tidak pernah meminta balasan atas pengorbanan yang dia lakukan bagi anaknya. Seorang ibu hanya menginginkan anak-anaknya menjadi orang sukses dan bahagia.

Berikut ini sebuah kisah inspiratif, bagaimana kasih sayang seorang ibu hingga rela mengorbankan segalanya, seperti disadur oleh Muhadharah Syaikh Nabil Al Uudi hafidzahullah dalam alamiry.net (Kajian Al Amiry).

Bapat diambil pelajaran, bagaimana besar dan mulianya hati wanita yang melahirkan setiap manusia ke muka bumi ini, demi kebahagian anak-anaknya. Selengkapnya, baca kisah di bawah ini:

Disebuah daerah, terdapat ibu yang merawat anak balitanya yang sudah menjadi yatim.

Sang ibu telah ditinggal mati oleh suaminya sehingga dia harus merawat anaknya dengan seluruh tenaga yang dikerahkan olehnya.

Sang ibu sangatlah miskin sehingga dia harus bekerja hanya untuk menafkahi anaknya yang yatim.

Perlu diketahui, bahwasanya sang ibu hanya memiliki satu mata saja dalam istilah lain mata beliau yang satunya telah cacat atau yang lebih dikenal dengan bermata picek.

Halaman
1234
Penulis: Darwin Sepriansyah
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help