Home »

Techno

» News

Setelah Akuisisi Selesai, CEO Yahoo Marissa Mayer Mundur

Pada awal Januari lalu, dokumen resmi Yahoo di Komisi Bursa Efek (SEC) Amerika Serikat, menyebutkan bahwa CEO Marissa Mayer mengundurkan diri dari jaj

Setelah Akuisisi Selesai, CEO Yahoo Marissa Mayer Mundur
ISTIMEWA
CEO Yahoo Marissa Mayer 

SRIPOKU.COM - Pada awal Januari lalu, dokumen resmi Yahoo di Komisi Bursa Efek (SEC) Amerika Serikat, menyebutkan bahwa CEO Marissa Mayer mengundurkan diri dari jajaran direksi. Kala itu tak dijabarkan lebih lanjut apakah Mayer sekaligus melepas jabatan sebagai CEO atau tidak.

Berita Lainnya:  Yahoo Dikabarkan Bakal Ganti Nama Jadi Altaba

Dua bulan berselang, status Mayer kini sudah jelas. Ia bakal melepas jabatan sebagai CEO Yahoo setelah lima tahun memimpin.

Hal tersebut tertera pada dokumen teranyar yang dibuat tanggal 10 Maret 2017 dan dipublikasikan pada Senin (13/3/2017) di laman investor Yahoo, sebagaimana dihimpun KompasTekno.

Mayer tak sendiri, sebab CFO Yahoo, Kenneth Goldmann, juga bakal angkat kaki dari perusahaan yang pernah berjaya di era 2000-an awal itu. Keduanya bakal resmi melepas jabatan pasca proses akuisisi Verizon-Yahoo rampung pada kuartal II 2017 nanti.

CEO Yahoo berikutnya adalah Thomas J. McInerney yang sebelumnya merupakan CFO perusahaan internet InterActiveCorp (IAC). Mclnerney sejatinya sudah menjadi anggota direksi Yahoo sejak 2012 lalu.

Lantas posisi CFO Yahoo akan diisi oleh Alexi A. Wellman yang sempat menjabat VP Finance Yahoo dari 2013 hingga 2015.

Diketahui, Yahoo akan segera menjadi bagian dari perusahaan telekomunikasi AS, Verizon. Perjanjian antar kedua perusahaan sudah terjadi sejak pertengahan 2016 lalu.

Namun ada beberapa masalah yang menyebabkan proses akuisisi terhambat, salah satunya terkait masalah kebocoran data pengguna Yahoo yang masif. Alhasil, Verizon meminta dilakukan revisi nilai akuisisi.

Mulanya Verizon setuju membeli Yahoo senilai 4,83 miliar dollar AS atau Rp 64,5 triliun. Nilai itu menciut 350 juta dollar AS menjadi 4,48 miliar dollar AS atau Rp 59,7 triliun.

Penulis : Fatimah Kartini Bohang
Sumber : http://investor.yahoo.net/

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help