SriwijayaPost/

BPR Gerbang Serasan Optimis Capai Target

Meski baru beroperasi sekitar dua bulan namun sudah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 6,3 miliar, Selasa (14/3/2017).

BPR Gerbang Serasan Optimis Capai Target
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Dirut BPR Gerbang Serasan Muaraenim, Syafril

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Antusias masyarakat terhadap kehadiran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gerbang Serasan Muaraenim cukup tinggi. Meski baru beroperasi sekitar dua bulan namun sudah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 6,3 miliar, Selasa (14/3/2017).

"Alhamdulilah, minat masyarakat ternyata cukup tinggi. Target yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun ini sebesar Rp 8 miliar, sementara kredit yang telah kita kucurkan sebesar Rp 6,3 miliar. Kita optimis pertengahan tahun ini, target tersebut sudah tercapai," ujar Direktur Utama BPR Gerbang Serasan Muaraenim, Syafril SSos.

Syafril mengatakan, sesuai dengan ketetapan OJK, pada tahun pertama beroperasi, pihaknya harus bisa menyalurkan dana kredit kepada PNS dan masyarakat umum sebesar Rp 8 miliar. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya langsung tancap gas dengan melakukan berbagai inovasi, strategi dan sosialisasi terus menerus.

Syafril mengatakan, sambutan masyarakat cukup baik, terbukti baru dua bulan lebih beroperasi, pihaknya sudah berhasil mengucurkan dana kredit lunak kepada masyarakat sebesar Rp 6,3 miliar. Salah satu pendukung keberhasilan ini adalah adanya peningkatan kredit BPR Gerbang Serasan dari program kredit konsumtif bunga kecil yang di tawarkan oleh pihaknya. "Program ini sangat diminati PNS dan masyarakat, karena suku bunganya sangat ringan," ujar Syafril.

Saat ini, lanjut Syafril, ada sekitar 37 debitur yang didominasi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), besaran pinjaman UMKM bervariasi, sampai Rp 500 juta dengan bungan 0,7 persen perbulan. Sedangkan untuk masyarakat umum bunganya sebesar 0,83 persen perbulan. Nasabah tabungan Serasan 300 orang sekitar Rp 1 miliar, nasabah deposito 14 orang sebesar Rp 1,4 miliar. Sedangkan nasabah peminjam 43 orang dengan nominal kredit Rp 7,35 miliar. Adapun untuk komposisi peminjam 60 persen PNS dan selebihnya 40 persen adalah masyarakat umum. Untuk penyaluran kredit bisa perdagangan, perkebunan, peternakan dan lain-lain yang penting produktif. Namun jika ada sektor lain yang menjanjikan tentu akan menjadi pertimbangan untuk dijajaki.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help