Ibu Rumah Tangga Ini Gelapkan 17 Mobil. Begini Modusnya

Mobil Pajero itu saya rental selama sebulan seharga Rp 20 juta dan kemudian saya rentalkan lagi dengan harga yang sama

Ibu Rumah Tangga Ini Gelapkan 17 Mobil. Begini Modusnya
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Tersangka Jumhana saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (13/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Diduga lantaran telah melakukan aksi penggelapan sebanyak 17 mobil rental berbagai jenis dan merek, Jumhana Elisama (39) warga Jalan Sersan Sekate E No 1473a RT 24/3 Kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Palembang, akhirnya diamankan.

Dari penangkapan terhadap ibu rumah tangga (IRT) yang dilakukan Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel tersebut, setidaknya berhasil diamankan barang bukti berupa sebanyak enam mobil rental yang sempat digelapkan oleh tersangka Jumhana.

Adapun keenam mobil yang berhasil diamankan tersebut masing-masing yakni mobil Innova silver BG 1773 RF, Avanza hitam B 1550 BRO, Xenia silver (profit), Pajero silver BG 333 IL, Innova hitam BG 1839 HD dan Innova biru BG 1278 LX.

Jumhana Elisama (39)  yang diduga digelapkan Jumhana Elisama (39) diamankan Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel
Jumhana Elisama (39) yang diduga digelapkan Jumhana Elisama (39) diamankan Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel (SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO)

Ditemui pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (13/3/2017), tersangka Jumhana tidak banyak bicara dan memilih untuk diam.

"Mobil Pajero itu saya rental selama sebulan seharga Rp 20 juta dan kemudian saya rentalkan lagi dengan harga yang sama, saya hanya menolong saja," katanya singkat.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto yang langsung merilis ungkap kasus tersebut, mengatakan, jika mobil-mobil tersebut direntalnya kemudian langsung digelapkan dengan cara dijual murah.

"Seharusnya, warga juga tahu kalau beli mobil murah dan tidak ada suratnya itu bahaya sehingga jangan mau untuk membelinya," ungkapnya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo didampingi Kasubdit III/Jatanras, AKBP Hans Rahmatullah Irawan, menjelaskan, tersangka Jumhana melakukan aksinya tidak sendirian melainkan bersama seorang rekannya, Aprizal (DPO).

"Modusnya, mereka merental mobil dan untuk meyakinkan kepada korbannya, tersangka Jumhana dan rekannya mengaku bahwa ada kerja sama dengan CV Anisa yang bergerak di bidang batubara di Lahat dan sedang membutuhkan mobil untuk operasional," jelasnya.

Selain itu, dikatakan Prasetijo, untuk meyakinkan korbannya, tersangka Jumhana dan rekan-rekannya juga menunjukkan surat pernyataan kerja sama dengan CV Anisa.

"Untuk mobil-mobil tersebut dirental mulai dari harga Rp 9 - 20 juta per bulannya. Setelah dirental, mobil tersebut kemudian di gelapkan dengan cara dijual. Akibat ulahnya, tersangka akan dijerat Pasal 378 atau 372 KUHP," terangnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help