Harga Karet Turun, Petani di OKU Timur Mulai Ketakutan

"Belum sempat satu bulan harga karet kembali turun. Tentu saja hal itu membuat petani ketakutan,” katanya.

Harga Karet Turun, Petani  di OKU Timur Mulai Ketakutan
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA/DOKUMEN
Petani karet di OKU Timur sedang menyadap karet. Petani kembali khawatir dengan harga karet yang mulai turun.

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Setelah mengalami kenaikan dan membuat petani perkebunan karet di OKU Timur bernafas lega karena harga getah karet yang hampir mencapai Rp. 15 Ribu per kilogram, kini petani mulai was-was menyusul kembali turunnya harga getah karet menjadi Rp. 11 Ribu per kilogram.

 “Harga karet minggu ini kembali mengalami penurunan menjadi Rp. 11 Ribu per kilogram. Padahal baru dua minggu lalu harganya hampir Rp. 15 Ribu. Petani mulai ketakutan harga terus merosot seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Suryanto seorang petani karet warga  Desa Sukadamai Unit IX Kecamatan Madang Suku III, OKU Timur.

Menurut Yanto, sejak kenaikan harga karet beberapa bulan lalu petani kembali bersemangat dalam melakukan penggarapan dan pemupukan lahan, namun ketika harga mulai mengalami penurunan petani kembali lesu dan ketakutan harga karet mengalami penurunan dibawah Rp. 10 Ribu per kilogram.

“Saat harga karet naik dealer-dealer sepeda motor sudah banyak yang menawarkan kepada petani kredit. Bahkan sudah banyak petani yang membeli dengan cara kredit. Namun belum sempat satu bulan harga karet kembali turun. Tentu saja hal itu membuat petani ketakutan,” katanya.

Menurutnya, petani di wilayahnya rata-rata memiliki kebun karet seluas satu Hektare (Ha) bahkan lebih. Jika harga karet bagus sangat membantu petani karena bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Namun sebaliknya jika harga karet anjlok banyak petani yang terjerat hutang bank dan leasing kendaraan.

Sementara Sujono salah seorang petani karet di Martapura mengatakan, harga karet memang sempat mengalami kenaikan sehingga petani cukup bersemangat. Namun saat ini harga kembali mengalami penurunan.

“Tentunya kita berharap terus naik dan stabil seperti beberapa tahun lalu. Kalaupun turun petani berharap agar harganya tidak dibawah Rp. 10 Ribu per kilogram. Karena jika harga dibawah itu, maka tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah lagi dengan angsuran bulanan dan kebutuhan pendidikan,” katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help