10 Ribu Pendekar Akan Berkumpul Pada Pelantikan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumsel

Hal ini terungkap pada pertemuan perdana pengurus Pencak Silat NU Pagar Nusa, Senin (13/3/2017) di Kantor Badan Diklat Kemenag.

10 Ribu Pendekar Akan Berkumpul Pada Pelantikan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumsel
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Sumatera Selatan, Emi Sumirta (tengah), saat memimpin rapat pelantikan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pengurus Pencak Silat Nahdatul Ulama Pagar Nusa Sumsel dalam waktu dekat akan mengumpulkan 10 ribu pendekar pada pelantikan dan sekaligus apel akbar.

Hal ini terungkap pada pertemuan perdana pengurus Pencak Silat NU Pagar Nusa, Senin (13/3/2017) di Kantor Badan Diklat Kemenag, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang.

Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Sumatera Selatan, Emi Sumirta mengatakan, olahraga bela diri pencak silat merupakan tradisi para santri di lingkungan pesantren, sebagai kekuatan untuk menjaga NKRI.

Hal ini ditandai dengan hilangnya peran pesantren sebagai Padepokan Pencak Silat. Sejak jaman walisongo kyai-kyai pesantren adalah juga pendekar yang mengajarkan ilmu pencak silat dipesantrennya masing-masing. Namun seiring waktu, kenyataan tersebut mulai hilang. Untuk melestarikan hal tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program dan kegiatan untuk melestarikan keterampilan bela diri.

Menandai program, nantinya pihaknya akan mengundang para pendekar yang ada di kabupaten atau kota di Sumsel. Untuk saat ini sekitar 10 ribu pendekar akan berkumpul.

"Kita sebagai organisasi Islam terbesar sudah selayaknya mempertahankan tradisi leluhur ini," katanya.

Padahal menurut dia, Pencak Silat NU Pagar Nusa sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan. Dari setiap perlombaan yang diikuti kerap kali mendapatkan mendali emas.

"Kita sedang menyusun program kerja setelah pengurus terbentuk. Kejuaraan tetap menjadi fokus kita, selain itu juga tentunya mengembangkan sayap organisasi ini," katanya.

Selain itu, pihaknya juga siap menyukseskan Asian games 2018 dengan menurunkan beberapa pendekar untuk menjadi penerjemah para atlet, terutama bahasa Arab.

"Selain kita jago pencak, atlet kita juga pandai berbahasa Arab," katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help