SriwijayaPost/

BlackBerry Aurora Android Diproduksi 100.000 Unit Per Bulan

Kisaran harga Rp 3 sampai 4 jutaan itu sesuai dengan preferensi masyarakat Indonesia. Ada juga fitur keamanan dan mode kamera

BlackBerry Aurora Android Diproduksi 100.000 Unit Per Bulan
Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.com
BlackBerry Aurora dirilis BB Merah Putih di Indonesia, Kamis (9/3/2017). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - BB Merah Putih menegaskan keseriusannya memasarkan ponsel BlackBerry yang 100 persen buatan lokal dan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, produk pertamanya dinamai "Aurora" yang merupakan ponsel berbasis Android Nougat 7.0.

Ponsel yang menghilangkan ciri khas tombol QWERTY dari BlackBerry ini diproduksi di Cikarang, Bekasi.

"Kami bekerja sama dengan manufaktur lokal yakni PT Adi Reka Mandiri," kata VP Sales & Marketing BB Merah Putih, Stanly Widjaja, usai peluncuran BlackBerry Aurora, Kamis (9/3/2017), di Hotel Fairmont, Jakarta.

Manufaktur itu memproduksi 100.000 unit BlackBerry Aurora tiap bulannya. Target penjualan per bulan pun dipatok sama, yakni 100.000 unit.

Stanly optimis BlackBerry Aurora bakal mendapat respons positif dari masyarakat, karena penggodokannya didasarkan pada survey dan riset mendalam tentang kebutuhan para pengguna ponsel di Tanah Air.

"Kisaran harga Rp 3 sampai 4 jutaan itu sesuai dengan preferensi masyarakat Indonesia. Ada juga fitur keamanan dan mode kamera yang banyak sehingga bisa memuaskan pengguna," ia menjelaskan.

BlackBerry Aurora dilepas ke pasaran dengan harga Rp 3,5 juta dan mulai tersedia per 16 April mendatang.

Pemesanannya sudah bisa dilakukan sekarang via 10 situs online terkemuka di antaranya Blibli, Lazada, dan Elevania.

Dengan harga Rp 3,5 juta, pengguna mendapat perangkat dengan layar HD 5,5 inci, prosesornya Snapdragon 425 berkecepatan 1.4 GHz, kamera 13 megapiksel (belakang) dan 8 megapiksel (depan), RAM 4GB, memori 32GB, baterai 3.000 mAh, dual-micro SIM, serta sistem operasi Android Nougat 7.0.

Penulis: Fatimah Kartini Bohang

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help