Bung Karno Sudah Ramalkan Alex Noerdin Jadi Orang Besar

Menurut Asep, hal-hal semacam ini biasanya terdokumentasikan beberapa detik oleh Pusat Produksi Film Nasional (PPFM).

Bung Karno Sudah Ramalkan Alex Noerdin Jadi Orang Besar
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Direktur Kearsipan Daerah II Arsip Nasional RI Drs Asep Mukhtar Mawardi MHum didampingi Kepala Dinas Kearsiapan Provinsi Sumsel H Muslim SE MSi pada pembukaan Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan jadwal retensi arsip (JRA) Tahun 2017, Rabu (8/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Presiden RI Pertama Ir Soekarno yang biasa disapa Bung Karno sudah meramalkan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH bakal menjadi orang besar.

"Kita sedang menelusuri arsip Pak Alex Noerdin ketika lahir di RS RK Charitas, bersamaan dengan Bung Karno kunjungan dan mampir bertemu dengan Pak Noerdin Pandji di RS RK Charitas Palembang. Bung Karno cerita dengan Pak Noerdin Pandji bahwa bayi ini akan jadi orang besar. Kamu kasih nama siapa. Setelah disebutkan namanya Alex Noerdin. Bung Karno mengatakan, oh itu bagus," ungkap Direktur Kearsipan Daerah II Arsip Nasional RI Drs Asep Mukhtar Mawardi MHum didampingi Kepala Dinas Kearsiapan Provinsi Sumsel H Muslim SE MSi pada pembukaan Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan jadwal retensi arsip (JRA) Tahun 2017, Rabu (8/3/2017).

Menurut Asep, hal-hal semacam ini biasanya terdokumentasikan beberapa detik oleh Pusat Produksi Film Nasional (PPFM).

"Untuk sementara ini arsip yang kita temukan Bung Karno ketika menancapkan tiang pancang pembangunan PT Pusri ada film sekitar 30 detik. Bung Karno juga ke Selatan memancangkan tiang pancang Unsri. Bung Karno sedang narik tambang dipantek. Bung Karno yang ke RS RK Charitasnya nggak ketemu. Justru kata-kata itu sedang ditelusuri. Silahkan tanyakan dengan Pak Gubernur apa benar lahir di Charitas," kata Asep.

Menurut Asep Mukhtar, kunjungan Bung Karno ke Palembang bukan hanya sekali, dua kali. Masa pemerintahan saat itu Gubernur AK Gani.

"Sebagai Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel di sini, Pak Muslim punya kewajiban agar mencari arsip itu. Biasanya Bung Karno berangkat bareng wartawan Antara. Akan ditelusuri ke Kantor Berita Antara. Tinggal dari tanggal berapa kita telusuri. Pak Alex Noerdin sendiri lahir di Palembang, 9 September 1950. Kalau ketemu akan kita tempel pada momen Asian Games 2017.

Terkait dengan Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan jadwal retensi arsip (JRA) Tahun 2017, Asep mengatakan semua daerah apakah kabupaten/kota/provinsi perlu JRA. Menjadi panduan, pedoman penyusutan arsip. Karena arsip itu tercipta atas biaya negara. Maka arsip itu milik negara, aset negara. Kalau disusutkan (diselamatkan) mesti ada prosedur dan berita acaranya.

"Daerah diundang diajari untuk membuat pedoman itu. Karena arsip itu kesannya jadi sejarah. Tidak terbuang. Kalau tidak akan susah seperti kenapa bayi Alex Noerdin tidak difoto. Orang tidak menyangka AN akan jadi orang besar.

Kalau sekarang Wisma Atlet Jakabaring difoto terdokumentasi. Itu kan Senayannya kedua. Sekarang Senayannya ketiga itu Bandung. Alex Noerdin berhasil menjaga nama baik bangsa dalam waktu singkat mengambil alih SEA Games. Dengan ramalan Bung Karno nyambung," papar Asep.

Asep mengingatkan momen penting baiknya terdokumentasikan, terekspose karena ke depan akan jadi sejarah. Bung Karno paham sehingga ia selalu mengajak wartawan agar terdokumentasikan.

Sementara Kepala Dinas Kearsiapan Provinsi Sumsel H Muslim SE MSi menyambut baik untuk menelusuri arsip tersebut.

"Dinas ke depan membuat program pengamanan arsip gubernur dari masa ke masa. Mulai dari sekarang. Biorama gubernur dari masa ke masa agar ini terkumpul," kata Muslim.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved