SriwijayaPost/

Fraksi Gerindra Minta Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Dicopot

Nopran meragukan pendidikan di sana bisa diterapkan di sini. Bila ingin studi banding bisa ke sesama negara Asia Tenggara.

Fraksi Gerindra Minta Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Dicopot
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ/DOKUMEN
Nopran Marjani SPd, Sekretaris Partai Gerindra Sumsel.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Wakil Ketau DPRD Sumsel Nopran Marjani SPd yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumsel menyatakan Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumsel akan meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumsel dicopot.

Ini dipicu lantaran mencuatnya rencana keberangkatan kepala sekolah SMK/SMA ke Eropa yang menuai kritik di tengah persoalan gaji guru yang tersendat pasca peralihan dari Pemkab/Pemkot ke Pemprov Sumsel.

"Kami Fraksi Gerindra akan meminta gubernur Sumsel mencopot dan mengganti kepala dinas pendidikan apabila persoalan gaji guru belum selesai," ungkap Nopran Marjani, Senin (6/3/2017).

Seharusnya kata Nopran Kepala dinas bisa lebih peka dengan keadaan yang ada. Di satu sisi ada 9.500 gaji guru yang persoalannya belum selesai, namun di sisi lain ada rencana keberangkatan para kepala sekolah ke Eropa. Ini jelas mencederai dunia pendidikan dan terkesan tidak memiliki empati.

"Saya sering dapat SMS dari para guru yang menanyakan masalah ini. Mereka tanya kapan gajian. Kemarin katanya ada berkas yang belum selesai. Lalu dijawab lagi masih proses, lah sekarang belum juga tuntas," katanya.

Alumnus FKIP Unsri ini memberi tenggat waktu hingga akhir Maret ini. Bila tidak selesai, secara resmi Gerindra akan menyampaikan hal ini ke gubernur.

"Tolong tuntaskan segera," tegas Nopran.

Nopran meminta agar rencana perjalanan Kepsek ke Eropa ini dibatalkan karena dinilai tidak terlalu urgen.

"Saya tidak melarang tetapi apa urgensinya. Kalau memang terprogram tindakan dulu sampai masalah gaji selesai. Lalu kalau pun dalam rangka peningkatan kapasitas, dan lainnya, apa harus ke Eropa," kata Nopran.

Nopran meragukan pendidikan di sana bisa diterapkan di sini. Bila ingin studi banding bisa ke sesama negara Asia Tenggara yang secara kultural lebih dekat.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help