Yang Lebih Mahal Ada, Tapi Anto Utamakan Comfort

Anto mengaku memegang motto, teman, sahabat dan rekan merupakan nomor 1 di duniawi dibandingkan materi.

Yang Lebih Mahal Ada, Tapi Anto Utamakan Comfort
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Anto Bambang Utoyo bersama Bundera TC 2004 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Memilih kendaraan tidak selamanya harus yang lebih mahal.

Tapi comfort (kenyamanan) rupanya menjadi pertimbangan utama Anto Bambang Utoyo dalam mengumpulkan mobil Jeep 4X4 dikarenakan mendukung hobi berburu dan offroad.

Anto Bambang Utoyo yang bernama lengkap H Bambang Irawan sudah tak asing lagi namanya.

Ia termasuk tokoh yang dekat dengan hampir setiap kalangan masyarakat dan pejabat.

Mantan Ketua IMI (Ikatan Motor Indonesia) Provinsi Sumsel memang hobi merawat kendaraan, mulai mobil tua hingga mobil hitech sehingga tak heran di sela-sela kesibukan aktivitasnya sehari-hari, kerap menyempatkan diri melakukan perawatan rutin dengan mobil-mobil kesayangannya.

Ketika dijumpai, putra bungsu pasangan almarhumah Hj Siti Nurani dan komandan peperangan 5 Hari 5 Malam di Palembang, almarhum Jenderal Bambang Utoyo yang nama orangtuanya diabadikan di kawasan Pakri hingga simpang Pasar Lemabang dengan senang sekali berbagi cerita tentang hobinya ini.

"Kalau yang high tidak begitu banyak. Cuma mobil yang menurut saya paling comport (kenyamanan) hanya mobil Land Rover Discovery. Kebetulan saya punya tahun lama 2010. Apalagi kalau yang tahun sekarang. Tapi itu mobil yang paling comport bagi saya. Kalau barunya kira-kira Rp 2,1 M. Kebetulan saya dapat Toyota Bundera Pickup Tahun 2014 tapi Australia punya. Harga barunya Rp 1,1 M. Baru import sendiri dari Australia. Banyak di Indonesia, banyak di Freeport. Tapi ini saya punya civil version," ungkap pria kelahiran Palembang, 28 Agustus 1958, Jumat (3/3/2017).

Kalau mobil Anto yang lain kebanyakan mobil lama, mobil tua direhab kondisi yang baru.

Contoh Jeep Mitsubishi 4X4 Tahun 1974, tapi mesinnya turbo intercooler. Kalau orang wipernya (kipas hujan) ada dua. Nah ini wipernya 3 buah.

"Jadi menurut saya di Indonesia bisa dihitung dengan jari (saking sudah langka). Itu murah saya bawa dari luar. Biaya bangun (rehab) sekitar Rp 150 juta. Karena dari itu dinormalkan lagi," kata Bapak empat anak buah pernikahannya dengan Ny Lunika.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help