SriwijayaPost/

Ternyata, Inilah Sejarah Nasi Biryani India

Pelancong dan pedagang dari Bangsa Persia memperkenalkan cara memasak biryani kepada orang India dan Pakistan.

Ternyata, Inilah Sejarah Nasi Biryani India
IST
Nasi Biryani paling spesial dari Cafe Taj Mahal yang berada di Jalan Radial No. 05-06, samping Hotel Santika, Jumat (3/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Memang banyak jenis makanan yang bisa anda dapatkan dari negara dengan tarian yang sangat istimewa ini, salah satu makanan yang cukup populer di negara india adalah Nasi Beriani.

"Menu spesial di sini yaitu Nasi Beriani Ayam masakan khas India yang dibandrol Rp. 39 ribu. Nasi Beriani Ayam yang suka disebut Beras Mati. Dimasak berasnya buyar dan agak panjang. Kata orang kalau makan sekali nggak begitu terasa tapi ketagihan. Beras Basmati merupakan salah satu bahan wajib jika anda ingin membuat nasi biryani khas India ini. Ternyata tidak hanya negara india saja yang mengkonsumsi hidangan nasi biryani ini," ungkap Direktur Cafe Taj Mahal, Krisma, didampingi Manager Operasional, Alleri Guin (Erwin) pada acara launching Cafe TajMahal, Jumat (3/3/2017).

Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan kaldu berbumbu, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang sampai kaldu menyerap kedalam nasi. Biryani berbeda dengan Pullao (pilaf) (nasi bumbu) dalam cara memasak. Kalau memasak Pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.

Pelancong dan pedagang dari Bangsa Persia memperkenalkan cara memasak biryani kepada orang India dan Pakistan. Hidangan ini tidak hanya populer di India dan Pakistan, melainkan juga di Irak, Iran, Afganistan, Bangladesh, dan kalangan penduduk muslim Sri Lanka.

Rempah-rempah yang dipakai sewaktu memasak biryani termasuk minyak samin, kacang-kacangan, jintan, cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombay, dan bawang putih. Perlu diketahui, nasi biryani yang asli memakai safron.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help