Bisa Nikmati Menu Khas India di TajMahal Palembang

Istimewanya lagi, Cafe TajMahal buka 24 jam. Mulai pukul 07.00 hingga pukul 07.00 dengan mempekerjakan karyawan sebanyak 3 shift.

Bisa Nikmati Menu Khas India di TajMahal Palembang - nasi-benu_20170303_202448.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Nasi Benu paling spesial dari Cafe TajMahal yang berada di Jl Radial No 05-06 Samping Hotel Santika, Jumat (3/3/2017).
Bisa Nikmati Menu Khas India di TajMahal Palembang - mie-mamak_20170303_202639.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Mie Mamak, salah satu menu spesial di Cafe TajMahal
Bisa Nikmati Menu Khas India di TajMahal Palembang - santap_20170303_202956.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pelanggan sedang menyantap menu di Cafe TajMahal
Bisa Nikmati Menu Khas India di TajMahal Palembang - cafe_20170303_202934.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Cafe TajMahal di Jl Radial

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jelang kedatangan puluhan tamu dari negara peserta Asian Games 2018, Cafe TajMahal yang berada di Jl Radial No 05-06 Samping Hotel Santika siap melayani terutama menu komplit ala India.

Istimewanya lagi, Cafe TajMahal buka 24 jam. Mulai pukul 07.00 hingga pukul 07.00 dengan mempekerjakan karyawan sebanyak 3 shift.

"Oleh pemilik Cafe TajMahal ini setidaknya menyambut Palembang sebagai tuan rumah Asian Games. Kita kan dekat Hotel Santika. Palembang kan belum ada yang 24 jam yang menu masakan khas India lengkap. Semalam kita mengundang anak panti asuhan. Hari ini kita launching," ungkap Direktur Cafe TajMahal Krisma didampingi Manager Operasional Alleri GGuin (Erwin) pada Launching Cafe TajMahal, Jumat (3/3/2017).

Nasi Benu paling spesial dari Cafe TajMahal yang berada di Jl Radial No 05-06 Samping Hotel Santika, Jumat (3/3/2017).
Nasi Benu paling spesial dari Cafe TajMahal yang berada di Jl Radial No 05-06 Samping Hotel Santika, Jumat (3/3/2017). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Menu spesialnya Nasi Beriani Ayam masakan khas India yang dibandrol Rp 39 ribu. Menurut Erwin, Nasi Beriani Ayam yang suka disebut Beras Mati. Dimasak berasnya buyar dan agak panjang. Kata orang kalau makan sekali nggak begitu terasa. Tapi ketagihan

"Selain itu ada Roti Canai Telur plus kari Rp 35 ribu, nasi sop tomyam Rp 35 ribu. Semua bahan dan rempah-rempah berasal langsung dari India. Kita menjaga cita rasa, sengaja kami datangkan 15 rempah-rempah utama dari India," terang Erwin.

Sedangkan berasnya langsung didatangkan dari Pakistan. Beras ini memiliki tekstur lebih panjang dan harga yang cukup mahal Rp80 ribu per kg.

Mie Mamak, salah satu menu spesial di Cafe TajMahal
Mie Mamak, salah satu menu spesial di Cafe TajMahal (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

"Cara Memasaknya berbeda karena kuantiti dan rempah tertentu. Beras dilapisi bumbu dan dibuat dalam partai besar. Koki langsung training di Malaysia selama 3 bulan," bebernya.

Menurut alumni Perhotelan STP Bandung ini semua menu disediakan kare sebagai ciri khas masakan. Untuk minuman khas kopi dan teh tarik dengan harga Rp25 ribu

Pelanggan sedang menyantap menu di Cafe TajMahal
Pelanggan sedang menyantap menu di Cafe TajMahal (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Sejarah Nasi Beriani India

Memang banyak jenis makanan yang bisa anda dapatkan dari negara dengan tarian yang sangat istimewa ini, salah satu makanan yang cukup populer di negara india adalah nasi Biryani.

"Menu spesial di sini Nasi Beriani Ayam masakan khas India yang dibandrol Rp 39 ribu. Nasi Beriani Ayam yang suka disebut Beras Mati. Dimasak berasnya buyar dan agak panjang. Kata orang kalau makan sekali nggak begitu terasa. Tapi ketagihan
Beras basmati merupakan salah satu bahan wajib jika anda ingin membuat nasi biryani khas India ini. Ternyata tidak hanya negara india saja yang mengkonsumsi hidangan nasi biryani ini," ungkap Direktur Cafe TajMahal Krisma didampingi Manager Operasional Alleri GGuin (Erwin) pada Launching Cafe TajMahal, Jumat (3/3/2017).

Cafe TajMahal di Jl Radial
Cafe TajMahal di Jl Radial (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Biriani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan kaldu berbumbu, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang sampai kaldu menyerap kedalam nasi. Biryani berbeda dengan Pullao (pilaf) (nasi bumbu) dalam cara memasak. Kalau memasak Pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.

Pelancong dan pedagang dari Bangsa Persia memperkenalkan cara memasak biriani kepada orang India dan Pakistan. Hidangan ini tidak hanya populer di India dan Pakistan, melainkan juga di Irak, Iran, Afganistan, Bangladesh, dan kalangan penduduk muslim Srilangka.

Rempah-rempah yang dipakai sewaktu memasak biryani, termasuk di antaranya:minyak samin, kacang-kacangan, jintan,cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombay, dan bawang putih. Nasi biriani yang asli memakai safron.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: wartawansripo
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help