SriwijayaPost/

Ingin Merasakan Sensasi Sate Kuda ? Datangi Lokasi ini di Palembang

Sajian kuliner satu ini patut anda coba. Tapi kali ini bukan berasal dari daging sapi atau daging ayam, melainkan terbuat dari daging kuda.

Ingin Merasakan Sensasi Sate Kuda ? Datangi Lokasi ini di Palembang - sate-kuda-1_20170227_085328.jpg
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Sate dan iga kuda jadi pilihan kuliner baru yang diminati warga Palembang.
Ingin Merasakan Sensasi Sate Kuda ? Datangi Lokasi ini di Palembang - sate-kuda-2_20170227_085442.jpg
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Anda pecinta kuliner sate, sop dan tulang iga ? Sajian kuliner satu ini patut anda coba. Tapi kali ini  bukan berasal dari daging sapi atau daging ayam, melainkan terbuat dari daging kuda.

Senin (27/2/2017), Keluarga Renawati sejak sepekan terakhir membuka usaha sate, sop dan tulang iga kuda, di Jalan Veteran. Tepatnya di depan Kafe Selebriti.

Berawal dari kegemarannya mengkonsumsi daging kuda, wanita asli Aceh ini sejak beberapa tahun belakangan mulai bergelut dengan dunia hewan pacuan itu hingga akhirnya tercetus dalam pikirannya untuk membuka usaha di Palembang.

Akhirnya ia mencoba keberuntungan dengan membuka tempat rumah makan yang khusus menyediakan makanan dari kuda. Idenya tersebut tak salah karena antusias masyarakat Palembang langsung memuncak sekaligus memenuhi setiap malam tempat usahanya itu.

Daging kuda pun didatangkan langsung dari Aceh. Kuda jenis kuda ternak dipilih untuk disajikan dalam masakannya itu.

"Kenapa pilih kuda karena banyak khasiatnya," katanya, saat ditemui di lokasi.

Renawati mengatakan, mengatakan, bagi penderita asam urat atau diabetes sangat cocok mengkonsumsi daging kuda. Bagi kaum Adam bisa juga untuk meningkatkan vitalitas pria. Serta menghilangkan gatal gatal atau pegal pegal.

"Saya penderita gula darah tinggi. Alhamdullilah sejak konsumsi daging kuda, diabetes saya menurun," katanya.

Menurutnya, yang membedakan daging kuda dengan daging sapi adalah pada bentuk dagingnya. Daging kuda lebih banyak memiliki serat dan kandungan airnya lebih tinggi sehingga daging kuda lebih kenyal dan gurih saat disantap.

"Setelah dipotong, daging kuda hanya tahan sekitar 5 jam. Jika lebih dari itu daging akan rusak," katanya.

Itulah kenapa makanan yang terbuat dari daging kuda lebih segar karena daging kuda tak bisa ditahan lama-lama didalam mesin pendingin.

Untuk satu porsi sate dan sop kuda dipatok senilai Rp. 45 ribu. Jika ditambah lontong mencapai Rp 50 satu porsinya. 

Meski harganya relatif mahal tapi tak akan membuat menyesal karena kandungan khasiat yang terkandung dalam daging kuda.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help